Bener Meriah, Aceh – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau Jembatan dan Jalan Tajuk Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sempat viral di media sosial. Jembatan tersebut rusak parah akibat bencana, sehingga warga setempat bergotong royong mengumpulkan donasi sekitar Rp1 miliar untuk membangun jembatan darurat.
Dody Hanggodo mengapresiasi tinggi semangat gotong royong masyarakat Bener Meriah. Ia menyatakan bahwa inisiatif warga ini menjadi bukti nyata kekuatan kolektif dalam mengatasi kesulitan. “Kami sangat menghargai upaya masyarakat yang bahu-membahu mengumpulkan dana untuk memulihkan akses jalan dan jembatan. Ini contoh yang baik bagi daerah lain,” ujar Menteri Dody saat meninjau lokasi.
Meski mengapresiasi, Menteri PU menilai jembatan darurat yang dibangun warga secara teknis sudah tidak layak digunakan dalam jangka panjang. Karena itu, Kementerian PU akan segera mengambil alih penguatan konstruksi agar akses tetap aman sementara jembatan permanen dibangun.
Pemerintah pusat juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp700 miliar untuk pembangunan jembatan permanen baru. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bener Meriah sekaligus meningkatkan keselamatan lalu lintas.
“Jembatan permanen ini akan kita bangun dengan standar yang lebih tinggi, sehingga tahan terhadap bencana dan dapat melayani kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang,” tegas Dody Hanggodo.
Jembatan Tajuk Enang-Enang memiliki peran vital bagi perekonomian dan mobilitas warga setempat. Rusaknya akses jembatan sebelumnya sempat memutuskan jalur transportasi utama, menghambat distribusi barang dan akses pendidikan serta kesehatan.
Inisiatif gotong royong warga yang berhasil mengumpulkan Rp1 miliar dalam waktu relatif singkat menjadi bukti kepedulian dan kebersamaan masyarakat Aceh. Langkah cepat Kementerian PU diharapkan dapat segera mengembalikan akses yang lebih baik dan aman.
Menteri Dody juga menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan agar masyarakat tidak lama menunggu.