Jakarta – Di tengah melonjaknya biaya pengobatan yang semakin memberatkan masyarakat, kehadiran seorang dokter di Jakarta Selatan menjadi angin segar sekaligus pengingat akan nilai kemanusiaan. dr. Mangku Sitepoe memilih jalan yang berbeda dengan menetapkan tarif konsultasi hanya Rp10.000 per kunjungan.
Awalnya, dokter yang dikenal rendah hati ini bahkan memberikan layanan kesehatan secara gratis. Namun, setelah melihat banyak pasien yang tidak menghabiskan obat yang diberikan, ia menerapkan biaya simbolis Rp10 ribu agar masyarakat lebih menghargai dan benar-benar memanfaatkan pengobatan yang diterima.
“Kalau gratis, kadang obatnya tidak diminum. Dengan Rp10 ribu, mereka lebih bertanggung jawab,” ujar dr. Mangku Sitepoe sederhana saat ditanya alasan di balik kebijakannya.
dr. Mangku Sitepoe dikenal karena kesederhanaannya. Praktiknya ramai dikunjungi pasien dari berbagai kalangan ekonomi, terutama mereka yang kesulitan mengakses layanan kesehatan mahal. Banyak pasien yang datang bukan hanya karena tarifnya terjangkau, tetapi juga karena merasa nyaman dan diperlakukan dengan penuh perhatian.
Kisah dokter ini menyebar luas di media sosial dan menjadi viral beberapa waktu lalu. Banyak netizen yang terharu dan mengapresiasi pengabdian dr. Mangku, menyebutnya sebagai “dokter yang masih punya hati”. Di era di mana pelayanan kesehatan kerap dikaitkan dengan biaya tinggi dan komersialisasi, sikap dr. Mangku menjadi bukti bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Ia mengingatkan semua pihak bahwa profesi dokter sejatinya adalah panggilan mulia untuk melayani sesama.
Kisah dr. Mangku Sitepoe diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak tenaga medis untuk memberikan pelayanan yang humanis dan terjangkau. Pemerintah dan pemangku kepentingan juga diharapkan terus mendorong program kesehatan yang inklusif agar masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses pengobatan yang layak.
Di tengah berbagai tantangan sistem kesehatan nasional, sosok seperti dr. Mangku menjadi teladan bahwa kebaikan dan dedikasi masih mampu menyentuh banyak hati.