JAKARTA - Sebuah truk menabrak separator di kawasan sebelum Halte Ciliwung. Kecelakaan tersebut terjadi dan langsung memengaruhi lalu lintas serta layanan transportasi publik. Insiden berlangsung pada Senin (19/10/2026). Dampaknya terasa hingga ke sejumlah koridor Transjakarta. Akibat tabrakan tersebut, layanan Transjakarta mengalami pengalihan rute. Penyesuaian jalur dilakukan untuk menghindari titik gangguan. Informasi resmi disampaikan melalui akun X Transjakarta. Pengguna jasa diimbau memperhatikan perubahan sementara.
Salah satu rute yang secara khusus disebutkan mengalami pengalihan adalah Pinang Ranti-Pluit. Koridor tersebut harus menyesuaikan jalur operasionalnya. Pengalihan bertujuan menjaga kelancaran perjalanan penumpang. Petugas di lapangan membantu mengarahkan bus dan penumpang. Pantauan di lokasi menunjukkan kemacetan yang mengular cukup panjang. Antrean kendaraan terlihat dari Jalan Mayjen D.I. Panjaitan hingga simpang Cawang. Kondisi tersebut memparah kepadatan di kawasan Cawang dan sekitarnya. Waktu tempuh pengguna jalan meningkat signifikan.
Kendaraan pribadi roda empat hingga bus Transjakarta ikut terjebak dalam antrean. Kemacetan mengular dari arah Cililitan menuju MT Haryono. Arus lalu lintas di koridor utama tersebut tersendat. Pengalihan dan pengaturan sementara terus dilakukan aparat dan petugas terkait. Sejumlah rute Transjakarta mengalami keterlambatan kedatangan bus. Dampak kecelakaan menyebar ke berbagai koridor yang melintasi atau terkait dengan kawasan tersebut. Penumpang di halte-halte terdampak merasakan waktu tunggu yang lebih lama. Ketidaknyamanan pun tak terhindarkan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyampaikan permohonan maaf. Ia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Keterlambatan kedatangan bus menjadi konsekuensi dari insiden di Halte Ciliwung. Transjakarta berupaya meminimalkan gangguan operasional. Terdapat 15 rute Transjakarta yang terdampak keterlambatan akibat kejadian tersebut. Koridor 7 Kampung Rambutan-Kampung Melayu termasuk di dalamnya. Koridor 9 Pinang Ranti-Pluit juga mengalami gangguan. Koridor 10 Tanjung Priok-PGC tak luput dari dampak.
Selain koridor utama, sejumlah rute lain ikut terdampak. Rute 4K Pulo Gadung 2-Kejaksaan Agung mengalami keterlambatan. Rute 5C PGC 2-Juanda juga terhambat. Rute 7C Cibubur-Cawang Cililitan dan 7P Pondok Kelapa-Cawang Cililitan ikut merasakan dampaknya. Rute 9A Cililitan-Grogol 2 dan 9C Pinang Ranti-Bundaran Senayan termasuk dalam daftar terdampak. Rute dari Bekasi seperti B11 Summarecon Bekasi-Cawang, B21 Bekasi Timur-Cawang, serta B41 Vida Bekasi-Cawang Sentral juga mengalami keterlambatan. Gangguan menyebar hingga ke rute antarwilayah.
Rute D11 Depok-Cawang Sentral via Cibubur turut terdampak. Begitu pula B51 Cikarang-Cawang dan P11 Blok M-Bogor. Total 15 rute yang mengalami keterlambatan menunjukkan luasnya dampak insiden tunggal di Halte Ciliwung. Koordinasi operasional terus dilakukan untuk pemulihan. Dengan pengalihan rute Pinang Ranti-Pluit dan keterlambatan di 15 rute, Transjakarta berupaya menjaga pelayanan tetap berjalan. Permohonan maaf dari Ayu Wardhani menjadi bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Informasi real-time terus diperbarui melalui kanal resmi. Penumpang diimbau mengatur waktu perjalanan dengan lebih longgar.
Kemacetan dari D.I. Panjaitan hingga Cawang dan antrean dari Cililitan ke MT Haryono memperburuk situasi. Kecelakaan truk di separator menjadi pemicu utama. Proses evakuasi dan pembersihan lokasi memakan waktu. Arus lalu lintas berangsur pulih setelah penanganan selesai. Insiden di Halte Ciliwung menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di jalur busway. Separator yang ditabrak truk menunjukkan risiko di infrastruktur jalan. Evaluasi terhadap pengamanan titik rawan perlu dilakukan. Keselamatan pengguna jalan dan kelancaran transportasi publik menjadi prioritas bersama.