Memuat berita

Nasional

Selang Damkar Diduga Dipotong OTK Saat Padamkan Karhutla di Bitung, Pemadaman Api Terkendala

Fazlur Rahman · 04 September 2026 · 21:14 WIB · 2 dibaca
Selang Damkar Diduga Dipotong OTK Saat Padamkan Karhutla di Bitung, Pemadaman Api Terkendala

Foto: Detikcom

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Girian Permai, Kota Bitung, Sulawesi Utara, mendadak menghadapi kendala. Selang pemadam milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bitung sepanjang 30 meter diduga dipotong oleh orang tak dikenal (OTK) saat petugas tengah berjibaku memadamkan api, Sabtu (29/8/2026).

Insiden tersebut diketahui ketika petugas sedang melakukan penyiraman di lokasi karhutla. Di tengah proses pemadaman, aliran air yang sebelumnya mengalir tiba-tiba terhenti. Kondisi itu membuat petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap peralatan yang digunakan untuk menyalurkan air ke titik kebakaran.

Pemeriksaan kemudian mengungkap adanya kerusakan pada bagian tengah selang. Petugas menemukan selang dalam kondisi putus dan terdapat bekas potongan yang diduga berasal dari benda tajam.

Kerusakan tersebut membuat proses pemadaman tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Selang yang seharusnya digunakan untuk menyalurkan air ke lokasi api harus diperiksa dan ditangani terlebih dahulu sehingga upaya pengendalian karhutla mengalami hambatan.

Kepala Seksi Pemadaman, Investigasi, dan Penyelamatan Damkar Bitung, Alfian Alow, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, petugas pertama kali menyadari masalah setelah aliran air mendadak berhenti ketika proses penyiraman sedang berlangsung.

Petugas kemudian menelusuri sumber gangguan untuk memastikan apakah persoalan berasal dari pompa, sambungan, maupun selang pemadam. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan bagian tengah selang telah terputus dengan kondisi yang menunjukkan adanya bekas potongan benda tajam.

Temuan itu kemudian menimbulkan dugaan bahwa selang pemadam tersebut sengaja dipotong oleh seseorang. Namun, hingga kini belum diketahui siapa pihak yang melakukan tindakan tersebut maupun apa motif di balik kerusakan peralatan pemadam kebakaran itu.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Bitung. Laporan dilakukan agar dugaan perusakan terhadap peralatan pemadam tersebut dapat diselidiki dan diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab.

Penyelidikan aparat menjadi penting untuk memastikan apakah kerusakan tersebut memang akibat tindakan sengaja atau terdapat kemungkinan lain. Bukti fisik berupa bekas potongan pada selang menjadi salah satu hal yang dapat diperiksa dalam proses penyelidikan.

Bagi petugas pemadam, keberadaan selang merupakan bagian vital dalam operasi pemadaman. Selang berfungsi mengalirkan air dari sumber maupun kendaraan pemadam menuju titik api. Ketika peralatan tersebut mengalami kerusakan di tengah operasi, kemampuan petugas untuk menjangkau titik kebakaran tentu dapat ikut terganggu.

Terlebih, kebakaran lahan membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah api meluas. Kondisi angin, vegetasi yang mudah terbakar, medan lokasi, serta ketersediaan sumber air dapat memengaruhi kecepatan dan efektivitas pemadaman.

Karena itu, gangguan terhadap peralatan pemadam dapat menjadi persoalan serius ketika terjadi pada saat petugas sedang berada di lapangan. Petugas tidak hanya harus menghadapi api dan panas, tetapi juga harus memastikan seluruh peralatan berfungsi agar proses pemadaman dapat berlangsung secara optimal.

Peristiwa di Girian Permai tersebut juga menambah tantangan dalam penanganan karhutla yang membutuhkan kerja cepat dan koordinasi banyak pihak. Setiap hambatan di lapangan berpotensi membuat proses pengendalian api membutuhkan waktu lebih lama.

Meski demikian, pihak berwenang masih harus memastikan secara hukum apa yang sebenarnya terjadi terhadap selang sepanjang 30 meter tersebut. Dugaan keterlibatan OTK belum dapat dipastikan sebelum penyelidikan kepolisian menemukan bukti dan keterangan yang mendukung.

Hingga kini, identitas pihak yang diduga memotong selang pemadam masih belum diketahui. Polisi diharapkan dapat mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk kemungkinan motif serta apakah tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja untuk menghambat proses pemadaman.

Di tengah situasi karhutla, keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas. Peralatan pemadam yang digunakan di lapangan juga harus dijaga agar selalu dalam kondisi siap pakai, sebab keterlambatan sekecil apa pun dapat berpengaruh terhadap upaya mengendalikan kobaran api.

Kasus dugaan pemotongan selang Damkar di Bitung kini menjadi perhatian tersendiri. Ketika petugas sedang berusaha memadamkan api dan melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran, justru peralatan yang mereka andalkan mengalami kerusakan.

Masyarakat pun diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu operasi pemadaman. Penanganan karhutla merupakan pekerjaan yang membutuhkan kerja sama semua pihak, sementara setiap tindakan yang menghambat petugas berpotensi memperbesar risiko kebakaran dan membahayakan keselamatan di lapangan.

Untuk saat ini, proses penyelidikan masih menjadi kunci untuk mengungkap siapa yang berada di balik dugaan pemotongan selang tersebut. Sementara itu, petugas Damkar tetap menghadapi tantangan untuk memastikan kebakaran lahan di Girian Permai dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya.