Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan perjalanan wisatawan berlangsung lebih lancar, mulai dari akses menuju Lombok, konektivitas antarmoda, ketersediaan tempat menginap, hingga berbagai aktivitas wisata di luar area sirkuit. Langkah ini dilakukan karena MotoGP Mandalika tidak hanya diposisikan sebagai agenda olahraga internasional, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.
Salah satu tantangan terbesar adalah konektivitas udara. Direktur Utama InJourney Maya Watono mengungkapkan telah tercatat 66 penerbangan tambahan
wide bodyTambahan penerbangan tersebut juga menjadi respons terhadap meningkatnya permintaan perjalanan menuju Lombok. Sejumlah maskapai seperti Garuda Indonesia, Pelita Air, Citilink, dan AirAsia disebut menyiapkan penambahan penerbangan, terutama mulai sekitar H-5 sebelum balapan. Kapasitas tambahan pun masih dapat berkembang mengikuti permintaan selama periode pelaksanaan MotoGP.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak MotoGP terhadap mobilitas wisatawan mulai terasa bahkan sebelum ajang berlangsung. Arus kedatangan tidak hanya berasal dari wisatawan domestik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kunjungan dari pasar internasional yang menjadikan Lombok sebagai tujuan perjalanan sekaligus menyaksikan balapan kelas dunia.
Namun, tingginya minat datang ke Mandalika juga membawa tantangan pada sektor akomodasi. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini menyebut tingkat okupansi akomodasi di NTB menjelang MotoGP 2026 telah mendekati 100 persen
Di kawasan inti Mandalika, tingkat hunian bahkan dilaporkan telah mencapai 100 persen untuk periode tiga hari penyelenggaraan MotoGP
Salah satu alternatif yang disiapkan adalah camping ground dan area campervan38 kamar baru
Dampak tingginya permintaan juga mulai dirasakan kawasan di luar Mandalika. Senggigi dan Kota Mataram ikut menjadi pilihan wisatawan ketika kamar di kawasan sekitar sirkuit semakin terbatas. Kondisi ini membuka peluang agar manfaat ekonomi MotoGP tidak hanya terkonsentrasi di kawasan The Mandalika, tetapi ikut mengalir ke wilayah lain di Lombok.
Untuk mendukung mobilitas penonton di darat, Pemprov NTB juga menyiapkan 118 unit shuttle busrace week
Kesiapan sirkuit sendiri terus dikebut menjelang homologasi dan pelaksanaan balapan. Berdasarkan perkembangan terbaru, pekerjaan civil worksbackbonetrack paintingrace electronicfire protectionstorage circuitcommon garage
Sejumlah sistem pendukung operasional balap juga terus diperkuat, termasuk light systemlap countercontroller digital flagvideo matrix wall
Koordinasi yang dilakukan InJourney dan pemerintah daerah juga mencakup sektor keamanan, kesehatan, transportasi, akomodasi, pariwisata, hingga keterlibatan masyarakat lokal. Pendekatan tersebut diarahkan agar pengalaman wisatawan tidak berhenti di sirkuit, tetapi berlanjut ke berbagai destinasi, kuliner, produk ekonomi kreatif, serta pengalaman budaya yang ditawarkan NTB.
InJourney menempatkan MotoGP sebagai salah satu katalis pengembangan pariwisata. Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai event olahraga berskala internasional seperti MotoGP dapat menjadi momentum untuk mendorong kunjungan wisatawan, aktivitas ekonomi daerah, devisa, dan penguatan nation branding
Pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya turut menjadi bahan evaluasi. Pada MotoGP 2025, kawasan The Mandalika mencatat tingkat hunian hotel 100 persen, sedangkan tingkat hunian di Kota Mataram rata-rata sekitar 90 persen. Event tersebut juga disebut menghadirkan lebih dari 140 ribu penonton dan memberikan dampak ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp4,96 triliun secara nasional.
Dengan waktu menuju balapan yang semakin dekat, berbagai persiapan kini diarahkan untuk memastikan konektivitas, akomodasi, transportasi, dan layanan wisata mampu mengikuti tingginya antusiasme masyarakat. Tambahan 66 penerbangan, shuttle bus, hingga pilihan akomodasi alternatif menjadi bagian dari strategi untuk membuat perjalanan menuju Mandalika tidak sekadar lebih mudah, tetapi juga lebih terintegrasi.
Pada akhirnya, MotoGP Mandalika 2026 bukan hanya soal apa yang terjadi di lintasan sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan tersebut. Momentum ini juga menjadi ujian bagi kesiapan Lombok sebagai destinasi wisata yang mampu menyambut event internasional dalam skala besar sekaligus mengubah arus kedatangan wisatawan menjadi peluang bagi hotel, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan masyarakat lokal.
Dengan persiapan yang kini memasuki fase akhir, Mandalika bersiap kembali menjadi panggung balap dunia pada 9–11 Oktober 2026