Memuat berita

Berita International

Kepuasan Publik terhadap Trump Jatuh ke 32 Persen, Terendah dalam Karier Politiknya

Fazlur Rahman · 23 September 2026 · 16:57 WIB · 2 dibaca
Kepuasan Publik terhadap Trump Jatuh ke 32 Persen, Terendah dalam Karier Politiknya

Foto: Harian Disway

Tingkat persetujuan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali merosot. Jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan tingkat approval rating32 persen

Hasil survei tersebut dirilis Reuters pada Senin (21/9/2026) setelah jajak pendapat dilakukan secara daring selama empat hari dan berakhir pada Minggu (20/9). Survei melibatkan 1.277 orang dewasa di seluruh Amerika Serikat±3 poin persentase

Angka 32 persen itu turun dari 35 persen82 persen menjadi 73 persen

Penurunan tersebut menjadi perhatian karena Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 dengan tingkat persetujuan yang jauh lebih tinggi. Dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan segera setelah pelantikannya, tingkat persetujuan Trump tercatat 47 persen

Salah satu persoalan yang paling banyak memengaruhi penilaian publik adalah biaya hidup. Hanya 17 persen responden

Di kalangan pemilih Republik pun muncul perubahan pandangan mengenai isu ekonomi tersebut. Untuk pertama kalinya dalam survei Reuters/Ipsos, responden Republik yang tidak menyetujui penanganan Trump terhadap biaya hidup lebih banyak dibandingkan yang menyetujuinya, yakni 51 persen berbanding 44 persen

Perkembangan harga energi menjadi salah satu latar belakang penting. Reuters melaporkan perang Amerika Serikat terhadap Iran yang dimulai pada Februari telah mendorong kenaikan harga bensin dan solar, sehingga menambah tekanan terhadap rumah tangga dan memperbesar kekhawatiran mengenai inflasi.

Sikap publik terhadap perang tersebut juga relatif rendah. Hanya 34 persen responden82 persen

Masalah ekonomi dan konflik luar negeri tersebut kemudian berkelindan. Kenaikan harga bahan bakar akibat gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan barang, sehingga persoalan perang tidak lagi dipandang semata sebagai isu kebijakan luar negeri, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Amerika. Reuters menyebut tekanan tersebut sebagai salah satu faktor yang semakin membebani penilaian terhadap pemerintahan Trump.

Penilaian publik terhadap sejumlah kebijakan Trump lainnya juga belum sepenuhnya kuat. Untuk persoalan kriminalitas, 35 persen50 persen79 persen36 persen

Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan cukup besar antara dukungan di basis politik Trump dan penilaian publik secara keseluruhan. Meskipun mayoritas responden Republik dalam survei masih menyetujui kinerja Trump, tingkat dukungan tersebut turun cukup tajam dibandingkan survei sebelumnya.

Reuters juga mencatat bahwa tingkat persetujuan Trump kini berada di bawah titik terendah yang pernah dicatat dalam masa kepresidenan Joe Biden. Angka terendah Biden dalam survei yang dibandingkan Reuters berada di 35 persen

Survei tersebut juga memotret suasana politik menjelang pemilu sela atau midterm elections43 persen35 persen

Perubahan angka persetujuan tersebut berlangsung di tengah periode politik yang cukup padat bagi Trump. Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahannya menghadapi sorotan terkait perang Iran, biaya energi, kebijakan dalam negeri, serta sejumlah kontroversi di Washington. Reuters juga mencatat bahwa survei dilakukan pada periode ketika Trump mengambil sejumlah langkah yang memicu perhatian media nasional, termasuk perseteruan dengan sejumlah organisasi media.

Meski angka nasional berada pada titik terendah, hasil survei tidak berarti seluruh kelompok masyarakat memiliki pandangan yang sama. Dukungan terhadap Trump masih sangat kuat di kalangan Republik pada isu tertentu, terutama imigrasi. Sebaliknya, persoalan biaya hidup dan perang Iran memperlihatkan adanya ketidakpuasan yang mulai terlihat bahkan di dalam basis partainya sendiri.

Al Jazeera, yang juga mengutip hasil Reuters/Ipsos, menempatkan penurunan tersebut terutama dalam konteks meningkatnya kekhawatiran terhadap biaya hidup dan dampak perang Iran. Media tersebut menyoroti turunnya dukungan Trump dari 82 persen menjadi 73 persen di kalangan Republik serta penurunan tingkat persetujuan nasional dari 35 persen menjadi 32 persen dalam waktu satu minggu.

Namun, angka jajak pendapat tetap harus dibaca sebagai potret sikap responden pada saat survei dilakukan, bukan sebagai ukuran permanen mengenai persepsi publik. Sampel, periode pengambilan data, margin of error, serta perubahan situasi politik maupun ekonomi dapat memengaruhi hasil dari satu survei ke survei lainnya.

Bagi pemerintahan Trump, angka terbaru itu menunjukkan bahwa isu ekonomi dan perang semakin menjadi bagian penting dalam penilaian publik terhadap kinerja presiden. Khususnya, persoalan biaya hidup kini muncul sebagai titik perhatian yang tidak hanya dirasakan oleh kelompok oposisi, tetapi juga mulai tercermin dalam respons dari sebagian pendukung Republik.

Dengan tingkat persetujuan 32 persen