Memuat berita

Nasional

Karhutla di Bangka Merembet ke Permukiman, Dua Rumah Terbakar dan Uang Rp10 Juta Hangus

Devi Sry Atmaja · 08 September 2026 · 20:44 WIB · 2 dibaca
Karhutla di Bangka Merembet ke Permukiman, Dua Rumah Terbakar dan Uang Rp10 Juta Hangus

Foto: Kalbarbuletin.com

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Desa Bintet, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Kobaran api yang membakar lahan kering dilaporkan merembet hingga ke kawasan permukiman warga dan menghanguskan dua rumah. Tidak hanya bangunan, sejumlah harta benda milik penghuni rumah turut menjadi korban. Emas dan uang tunai senilai sekitar Rp10 juta dilaporkan ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Kebakaran diperkirakan telah menghanguskan sekitar 30 hektare lahan. Luasnya area yang terbakar membuat kobaran api menjadi perhatian karena titik api berada tidak jauh dari permukiman warga.

Api yang awalnya membakar kawasan lahan kemudian menjalar menuju rumah warga. Kondisi vegetasi dan lahan yang kering diduga membuat api lebih mudah merambat, terlebih ketika kobaran api terbawa angin. Warga yang mengetahui api mulai mendekati permukiman berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang yang masih dapat dievakuasi. Namun, kobaran api yang bergerak cepat membuat sebagian penghuni tidak sempat menyelamatkan seluruh harta benda mereka. Dua rumah akhirnya tidak dapat diselamatkan dan mengalami kebakaran. Emas serta uang tunai sekitar Rp10 juta yang berada di dalam rumah turut hangus dilalap api.

Kebakaran tersebut juga menyebabkan kerugian material bagi warga terdampak. Selain kehilangan tempat tinggal atau bagian dari bangunan rumah, penghuni harus menghadapi kerugian akibat barang berharga yang ikut terbakar. Petugas terkait melakukan penanganan untuk mencegah api terus meluas. Upaya pemadaman dan pengendalian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta luas lahan yang terbakar. Karhutla menjadi persoalan serius terutama ketika terjadi pada musim kering. Api yang berasal dari lahan terbuka dapat dengan cepat menjalar apabila kondisi tanah, semak, dan vegetasi di sekitarnya dalam keadaan kering.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran di Desa Bintet diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan kebun menggunakan metode pembakaran lahan. Cara tersebut berisiko menyebabkan api tidak terkendali dan merambat ke area lain, terutama apabila dilakukan tanpa pengawasan dan pengendalian yang memadai. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang. Dugaan mengenai pembukaan lahan dengan cara membakar harus dibuktikan berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menggunakan api secara sembarangan dalam membuka maupun membersihkan lahan. Api yang awalnya dinyalakan untuk membersihkan area tertentu dapat menyebar dengan cepat ketika berhadapan dengan lahan kering dan kondisi angin yang mendukung. Selain menimbulkan kerugian material, karhutla juga dapat menghasilkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menurunkan kualitas udara.

Karena itu, pengendalian kebakaran sejak awal menjadi sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih luas. Pemerintah daerah dan petugas terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap kawasan yang terbakar guna memastikan tidak muncul kembali titik api. Bara yang masih tersisa di dalam lahan dapat memicu kebakaran susulan apabila tidak benar-benar dipadamkan. Warga di sekitar Desa Bintet juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan berdekatan dengan permukiman. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum membesar. Kebakaran yang menghanguskan sekitar 30 hektare lahan dan dua rumah ini menunjukkan bagaimana karhutla dapat dengan cepat berubah menjadi ancaman bagi keselamatan warga. Upaya pencegahan, pengawasan, serta kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.