Memuat berita

Nasional

Jokowi Bermalam di Posko Pengungsian Palue, Ajak Warga Kembali Beraktivitas

Devi Sry Atmaja · 20 September 2026 · 14:18 WIB · 2 dibaca
Jokowi Bermalam di Posko Pengungsian Palue, Ajak Warga Kembali Beraktivitas

Foto: Tirto.id

NTT - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), bermalam bersama warga terdampak gempa di posko pengungsian Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (16/9) malam. Di posko pengungsian, Jokowi tampak mendatangi sejumlah tenda warga. Ia berbincang dengan para pengungsi sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian setelah gempa melanda wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mendorong warga untuk secara bertahap kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah kondisi pascagempa dinilai cukup aman. Ia mengajak masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai petani maupun nelayan untuk kembali bekerja sambil menunggu proses rehabilitasi dari pemerintah.

"Yang berkebun silakan berkebun lagi, yang melaut silakan melaut lagi, sehingga kita kembali ke kehidupan normal sambil menunggu rehabilitasi dari pemerintah," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, kembalinya aktivitas masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan setelah bencana. Warga diharapkan dapat kembali menjalankan rutinitas dan mata pencaharian masing-masing secara bertahap, dengan tetap memperhatikan kondisi keamanan di wilayah terdampak. Sementara itu, proses rehabilitasi oleh pemerintah diharapkan dapat terus berjalan untuk membantu memulihkan kondisi masyarakat dan berbagai fasilitas yang terdampak gempa. Selama proses tersebut berlangsung, warga yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara tetap dapat memanfaatkan posko pengungsian dan bantuan yang tersedia.

Kehadiran Jokowi dengan bermalam di posko pengungsian juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi serta kebutuhan mereka secara langsung. Jokowi tampak berinteraksi dengan warga dan mengajak masyarakat untuk tetap menjalani kehidupan secara bertahap di tengah proses pemulihan pascabencana. Pemulihan masyarakat terdampak gempa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi warga. Karena itu, warga yang sudah memungkinkan untuk kembali berkebun, melaut, maupun menjalankan pekerjaan lainnya diharapkan dapat mulai beraktivitas secara bertahap sembari menunggu rehabilitasi pemerintah.