Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Berdasarkan pembaruan laman resmi Logam Mulia pukul 08.30 WIB, harga dasar emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.623.000 per gram
Harga tersebut meningkat Rp25.000 atau sekitar 0,96 persen
Penguatan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buybackRp2.458.000 per gram
Dengan demikian, terdapat selisih antara harga jual emas Antam dan harga buyback sebesar Rp165.000 per gram
Untuk pecahan lainnya, harga dasar emas Antam juga mengalami perubahan mengikuti harga pada pecahan 1 gram. Emas ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.361.500, 2 gram Rp5.186.000, 3 gram Rp7.754.000, dan 5 gram Rp12.890.000.
Sementara untuk ukuran lebih besar, harga emas Antam 10 gram berada di Rp25.725.000, 25 gram Rp64.187.000, 50 gram Rp128.295.000, dan 100 gram Rp256.512.000. Adapun pecahan 250 gram dijual Rp641.015.000, 500 gram Rp1.281.820.000, sedangkan ukuran terbesar 1 kilogram berada di level Rp2,5636 miliar.
Harga tersebut merupakan harga dasar
Sementara untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, terdapat ketentuan pajak yang berlaku. ANTARA mencatat PPh Pasal 22 untuk transaksi tersebut dipotong langsung dari nilai buyback sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Kenaikan harga emas Antam pada Jumat terjadi di tengah pergerakan harga emas dunia yang kembali menguat. Pada perdagangan Kamis waktu Amerika Serikat, harga emas spot naik hampir 2 persen ke sekitar US$4.342,63 per troy ounce
Harga emas global sebelumnya sempat terpukul setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada 16 September 2026 ke kisaran 3,75–4,00 persen. Sikap The Fed yang dinilai masih ketat ikut mendorong penguatan dolar AS dan menekan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Namun, sehari setelah tekanan tersebut, harga emas berbalik menguat. Reuters melaporkan kenaikan harga emas pada Kamis didukung pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil Treasury, serta meredanya tekanan harga minyak. Kondisi tersebut membuat daya tarik emas kembali meningkat di pasar global.
Pergerakan harga emas domestik tidak hanya dipengaruhi harga emas dunia, tetapi juga oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Karena emas internasional dihargai dalam dolar, perubahan kurs dapat turut memengaruhi harga emas yang dijual dalam rupiah.
Kondisi pasar global sendiri masih diwarnai ketidakpastian. Harga minyak masih berada di atas US$100 per barel di tengah ketegangan geopolitik, sementara bank-bank sentral utama dunia menghadapi tekanan inflasi dan mulai kembali memperketat kebijakan moneter. Situasi tersebut membuat investor harus mencermati perkembangan dolar, suku bunga, imbal hasil obligasi, dan harga komoditas secara bersamaan.
Bagi investor emas fisik, selisih harga jual dan buyback menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan. Kenaikan harga harian memang meningkatkan nilai emas yang dimiliki, tetapi keuntungan aktual saat dijual kembali juga bergantung pada harga buyback dan selisih antara harga beli dengan harga jual kembali.
Pada Jumat pagi ini, emas Antam kembali memberikan sinyal penguatan setelah harga jual dan buyback sama-sama naik. Dengan harga Rp2.623.000 per gram, emas Antam kini kembali menjadi perhatian di tengah pasar global yang masih bergerak dinamis.
Pergerakan selanjutnya masih akan sangat bergantung pada perkembangan harga emas dunia, kebijakan bank sentral Amerika Serikat, arah dolar, harga energi, serta kondisi geopolitik. Untuk saat ini, perdagangan Jumat (18/9) menunjukkan satu hal yang cukup jelas: harga emas Antam kembali menguat dan menembus Rp2,6 juta per gram.