Pelalawan, Riau – Kabar duka kembali menyelimuti dunia konservasi satwa liar Indonesia. Setelah sebelumnya publik berduka atas meninggalnya gajah Sumatra bernama Indra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), kini seekor gajah Sumatra konservasi bernama Indro yang berasal dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau
, juga dilaporkan meninggal dunia pada Senin (29/6) setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan.Kepergian Indro menjadi kehilangan besar bagi upaya konservasi gajah Sumatra di Indonesia. Dengan kematian gajah jantan tersebut, populasi gajah Sumatra di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo diperkirakan kini tersisa sekitar **147 ekor**, berdasarkan data konservasi yang tersedia.
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Balai Taman Nasional Tesso Nilo melalui akun media sosial resminya, Indro merupakan gajah jantan berusia 45 tahun yang selama beberapa waktu terakhir mendapatkan penanganan medis intensif dari tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Tim dokter hewan dan petugas konservasi telah berupaya memberikan penanganan terbaik. Namun, kondisi kesehatan Indro terus mengalami penurunan akibat komplikasi penyakit yang diduga dipicu oleh menurunnya nafsu makan setelah melewati fase puncak hormonal yang lazim dialami gajah jantan dewasa. Meski telah mendapatkan pengawasan dan perawatan secara intensif, nyawa Indro akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Semasa hidupnya, Indro dikenal sebagai salah satu gajah konservasi yang memiliki peran strategis dalam mendukung operasional Tim Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo. Flying Squad merupakan tim khusus yang dibentuk untuk membantu mitigasi konflik antara gajah liar dengan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Melalui patroli rutin dan penggiringan kawanan gajah liar, tim ini berupaya mencegah satwa memasuki area permukiman maupun lahan pertanian warga sehingga potensi kerugian dan konflik dapat diminimalkan. Kontribusi Indro selama bertahun-tahun dinilai sangat besar dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian satwa liar dan keselamatan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan konservasi.
Sebagai bagian dari prosedur penanganan satwa konservasi yang mati, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan dilakukan melalui pencocokan barang bukti, hasil pemeriksaan ilmiah oleh tim medis, keterangan para saksi, hingga analisis kondisi lingkungan di sekitar lokasi ditemukannya bangkai Indro. Langkah tersebut bertujuan memastikan penyebab kematian secara menyeluruh sekaligus menutup kemungkinan adanya unsur tindak pidana terhadap satwa yang dilindungi. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, bangkai Indro kemudian dikuburkan secara aman dan terkontrol di sekitar area camp konservasi sesuai prosedur yang berlaku.
Kematian Indro menambah daftar kehilangan satwa penting dalam program konservasi nasional. Sebelumnya, publik juga berduka atas meninggalnya gajah Sumatra bernama **Indra** di Taman Nasional Way Kambas. Dua kabar duka yang terjadi dalam waktu berdekatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian gajah Sumatra yang populasinya terus menghadapi berbagai ancaman, mulai dari penyusutan habitat, konflik dengan manusia, hingga gangguan kesehatan.