Memuat berita

Nasional

Dedikasi Dua Polisi Sukabumi: Bangun SMK Gratis untuk Yatim Piatu dan Anak Kurang Mampu

Devi Sry Atmaja · 17 Juli 2026 · 17:03 WIB · 2 dibaca
Dedikasi Dua Polisi Sukabumi: Bangun SMK Gratis untuk Yatim Piatu dan Anak Kurang Mampu

Foto: Dok. Polri

Sukabumi, Jawa Barat – Di tengah tugas berat menjaga keamanan, dua anggota Polres Sukabumi menunjukkan sisi kemanusiaan yang luar biasa. Brigadir Akka Mahpudin dan Bripka Sandi Praja mendirikan sekolah menengah kejuruan (SMK) gratis bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu yang terancam putus sekolah.

Brigadir Akka Mahpudin mendirikan SMK Bhayangkara di Cisolok, sementara Bripka Sandi Praja membangun SMK Tunas Bhayangkara di Cidahu. Keduanya bertekad memberikan kesempatan pendidikan berkualitas tanpa dipungut biaya kepada generasi penerus bangsa yang terkendala ekonomi.

“Kami ingin memberikan solusi bagi anak-anak yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan, tetapi terkendala secara finansial,” ujar Brigadir Akka Mahpudin.

Dedikasi Brigadir Akka bahkan lebih jauh. Ia menghibahkan rumah pribadinya untuk dijadikan asrama siswa yang tinggal jauh dari sekolah. Saat ini, SMK Bhayangkara telah memiliki sekitar 80 siswa.

Sementara itu, Bripka Sandi Praja menggunakan tabungan selama 14 tahun untuk mewujudkan SMK Tunas Bhayangkara. Motivasi utamanya berasal dari amanat almarhum ibunya agar menjadi polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam waktu dua tahun, sekolah ini telah menampung 95 siswa.

Kedua polisi ini tidak hanya membangun sekolah, tetapi juga aktif mengajak warga sekitar agar menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang SMK. Perjuangan mereka telah membuahkan hasil nyata dan menjadi inspirasi banyak orang.

“Kami terus berupaya memfasilitasi agar anak-anak dapat melanjutkan pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Brigadir Akka.

Bripka Sandi menambahkan bahwa ia akan terus berkomitmen membantu masyarakat, dengan menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

Kisah kedua anggota Polres Sukabumi ini membuktikan bahwa profesi kepolisian tidak hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga pengabdian nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.