Memuat berita

Nasional

Wabup Nagekeo Gonzalo Meninggal Dunia, Sehari Sebelumnya Masih Turun ke Lapangan Tangani Dampak Gempa

Fazlur Rahman · 05 Oktober 2026 · 22:03 WIB · 2 dibaca
Wabup Nagekeo Gonzalo Meninggal Dunia, Sehari Sebelumnya Masih Turun ke Lapangan Tangani Dampak Gempa

Foto: Detikcom

Wakil Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia pada Sabtu (3/10/2026) malam. Gonzalo mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.10 WITA setelah sempat mendapatkan penanganan medis dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Mbay.

Direktur RSUD Aeramo, dr. Chandrawati Saragih, membenarkan kabar tersebut. Gonzalo sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Kota di Penginanga ke RSUD Aeramo dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia tiba di rumah sakit sekitar pukul 19.32 WITA dan langsung mendapat penanganan dari tim medis, termasuk dokter anestesi dan dokter spesialis penyakit dalam.

“Berusaha diupayakan yang terbaik supaya bisa tertolong, ternyata jam 20.10 WITA dinyatakan meninggal,” kata Chandrawati.

Menurut keterangan rumah sakit, kondisi Gonzalo sudah sangat kritis ketika tiba di RSUD Aeramo. Tim medis berupaya memberikan pertolongan selama sekitar setengah jam, tetapi kondisinya tidak membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Terkait penyebab meninggalnya Gonzalo, pihak rumah sakit sempat menyebut dugaan serangan jantung. Penjabat Sekretaris Daerah Nagekeo, Imanuel Ndun, kemudian menyatakan Gonzalo meninggal akibat serangan jantung. Namun, informasi tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai keterangan dari pihak pemerintah daerah, bukan hasil pemeriksaan medis yang lebih rinci.

Sebelum kondisi kesehatannya menurun, Gonzalo diketahui masih menjalankan aktivitas kedinasan. Pada Sabtu, beberapa jam sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan, ia bahkan sempat memantau pekerjaan masyarakat yang melakukan perbaikan jalan rusak menggunakan rabat di ruas Aemali-Danga, Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa.

Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, Remigius Jago, mengatakan Gonzalo kemudian tidak sadarkan diri ketika berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang. Sopirnya langsung membawa Gonzalo ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Aeramo.

Kepergian Gonzalo menjadi duka yang mendalam karena selama lebih dari satu bulan terakhir ia berada di tengah kesibukan penanganan bencana gempa Flores. Setelah gempa besar yang mengguncang wilayah Flores pada Agustus 2026, Gonzalo dipercaya memimpin Satgas Percepatan Penanganan Gempa Flores Kabupaten Nagekeo.

Dalam kapasitas tersebut, Gonzalo aktif memantau perkembangan penanganan bencana, mengunjungi posko pengungsian dan BPBD, serta mengikuti berbagai agenda pemerintah yang berkaitan dengan pemulihan wilayah terdampak gempa. Aktivitasnya di lapangan membuat sosoknya cukup dekat dengan warga yang tengah menghadapi dampak bencana.

Sehari sebelum meninggal dunia, Gonzalo juga masih terlihat menjalankan tugas di Posko BPBD Nagekeo. Ia mendampingi kunjungan kemanusiaan Pasha Ungu dan menyapa masyarakat yang terdampak gempa.

Bahkan pada Kamis (1/10/2026), Gonzalo masih menjalankan agenda pemerintahan. Ia mendampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dalam kunjungan ke sejumlah fasilitas publik dan infrastruktur yang terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo.

Rangkaian aktivitas tersebut membuat kabar meninggalnya Gonzalo terasa mengejutkan bagi jajaran pemerintah daerah maupun masyarakat. Sejumlah pejabat dan koleganya mengaku masih bertemu serta berkomunikasi dengan Gonzalo sehari sebelum kabar duka tersebut datang.

Gonzalo Gratianus Muga Sada lahir pada 11 April 1968. Sebelum menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati Nagekeo, ia dikenal sebagai politikus yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi NTT periode 2019–2024.

Gonzalo kemudian maju dalam Pilkada Nagekeo 2024 bersama Simplisius Donatus. Keduanya terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo dan dilantik pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030.

Kepergian Gonzalo membuat roda pemerintahan Kabupaten Nagekeo kehilangan salah satu pejabat yang tengah aktif menjalankan tugas, terutama dalam masa pemulihan pascabencana. Duka juga dirasakan oleh keluarga, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat yang selama ini berinteraksi dengannya dalam berbagai kegiatan pelayanan publik.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Immanuel Ndun, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Gonzalo. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Nagekeo kehilangan salah satu putra daerah yang selama ini mengabdikan diri dalam pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Nagekeo, kepergian Gonzalo bukan sekadar kehilangan seorang wakil kepala daerah. Ia berpulang ketika tugas penanganan dampak gempa masih berlangsung dan ketika dirinya masih aktif berada di lapangan untuk memastikan berbagai persoalan masyarakat terdampak mendapat perhatian pemerintah.