Memuat berita

Nasional

Rocky Gerung Disindir Usai Masuk Istana, Respons Santainya Jadi Sorotan: “Mantan Masih Mantau”

Fazlur Rahman · 11 Oktober 2026 · 17:09 WIB · 2 dibaca
Rocky Gerung Disindir Usai Masuk Istana, Respons Santainya Jadi Sorotan: “Mantan Masih Mantau”

Foto: BeritaSatu.com

Pengamat politik Rocky Gerung akhirnya buka suara menanggapi berbagai sindiran dan kritik publik setelah resmi bergabung dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sosok yang selama ini dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah itu merespons pro-kontra atas jabatan barunya dengan santai, bahkan melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian.

Rocky dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Keputusan tersebut memunculkan beragam reaksi, terutama karena Rocky selama ini dikenal sebagai pengamat yang kerap menyampaikan kritik tajam terhadap kekuasaan.

Sorotan terhadap Rocky kembali mengemuka ketika ia menghadiri rapat pleno perdana Wantimpres di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Saat ditanya mengenai kritik dan sindiran yang muncul setelah dirinya masuk ke lingkaran pemerintahan, Rocky menanggapinya tanpa menunjukkan keberatan.

“Ya, biasa itu kontroversi,” kata Rocky kepada awak media.

Ia juga melontarkan ungkapan yang menyindir orang-orang yang masih mengikuti perkembangan dirinya setelah kini menduduki jabatan di lingkungan Istana. “Itu artinya mantan masih mantau,” ujarnya, seperti dikutip sejumlah media.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menggambarkan cara Rocky merespons kritik yang muncul setelah perubahan posisinya dari pengamat di luar pemerintahan menjadi anggota lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden. Meski begitu, Rocky tidak menyebut secara spesifik siapa pihak yang dimaksud dengan istilah “mantan” tersebut.

Masuknya Rocky ke Wantimpres memang menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana ia akan menjalankan peran barunya, mengingat rekam jejaknya yang dikenal kritis terhadap pemerintah. Sebagian sorotan publik berpusat pada kemungkinan perubahan sikap setelah ia kini berada di lingkungan kekuasaan.

Menanggapi hal tersebut, Rocky sebelumnya menegaskan bahwa bergabung dengan Wantimpres tidak berarti dirinya meninggalkan sikap kritis. Ia menggambarkan perubahan posisinya sebagai perpindahan dari luar ke dalam pemerintahan, bukan perubahan pandangan politik.

“Ya, kan, cuma pindah. Saya cuma pindah dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap,” kata Rocky setelah pelantikan pada 2 Oktober 2026. 

Rocky juga menjelaskan bahwa peran Wantimpres bukan untuk mengurusi persoalan teknis pemerintahan sehari-hari. Menurut dia, lembaga tersebut memiliki tanggung jawab memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, termasuk menelaah dampak kebijakan serta memastikan arah kebijakan tetap sejalan dengan visi dan janji pemerintah.

Ia menyebut Presiden Prabowo memberikan pesan bahwa Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis. Dalam pandangannya, anggota dewan perlu mampu mengidentifikasi dampak kebijakan dan menyampaikan pertimbangan secara jernih kepada kepala negara.

Dengan posisi tersebut, Rocky menganggap dirinya memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan secara langsung kepada Presiden. Ia bahkan menyatakan bahwa keberadaannya di dalam lingkungan Istana justru dapat memudahkan penyampaian kritik dan masukan tanpa harus melalui banyak perantara. 

Namun, respons santai Rocky terhadap kritik publik belum serta-merta mengakhiri perdebatan mengenai keputusannya bergabung dengan Wantimpres. Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana ia menjalankan tanggung jawab barunya dan apakah sikap kritis yang selama ini melekat pada dirinya akan tercermin dalam pertimbangan yang disampaikan kepada Presiden.

Bagi Rocky, kritik dan kontroversi merupakan bagian dari dinamika politik yang tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Sementara bagi publik, jabatan barunya menjadi kesempatan untuk menilai secara langsung bagaimana seorang tokoh yang dikenal vokal menjalankan peran di dalam lingkaran pemerintahan.

Pada akhirnya, konsistensi Rocky tidak hanya akan dinilai dari pernyataannya, tetapi juga dari pandangan dan pertimbangan yang ia sampaikan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Wantimpres. Respons santainya terhadap sindiran mungkin menjadi perhatian sesaat, tetapi kiprahnya di lembaga tersebut akan menjadi tolok ukur yang lebih penting bagi publik.