Memuat berita

Nasional

Rupiah Melemah ke Rp17.887 per Dolar AS, Pasar Valas Asia Bergerak Variatif

Fazlur Rahman · 05 Oktober 2026 · 19:42 WIB · 2 dibaca
Rupiah Melemah ke Rp17.887 per Dolar AS, Pasar Valas Asia Bergerak Variatif

Foto: BanjarBaruKlik.com

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan pekan ini. Mata uang Garuda dibuka di level Rp17.887 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (5/10/2026), melemah 5 poin atau sekitar 0,03 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.882 per dolar AS.

Pelemahan rupiah tersebut berlangsung di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang cenderung beragam terhadap dolar AS. Kondisi pasar valuta asing menunjukkan investor masih mencermati arah pergerakan dolar AS serta perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi arus modal di kawasan.

Sejumlah mata uang Asia tercatat menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,16 persen, yuan China menguat 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen. Penguatan tersebut menunjukkan tidak seluruh mata uang kawasan bergerak searah dengan rupiah pada awal perdagangan.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia lainnya mengalami tekanan. Won Korea Selatan melemah 0,23 persen, dolar Singapura terdepresiasi 0,13 persen, sementara peso Filipina turun tipis 0,01 persen. Adapun ringgit Malaysia tercatat bergerak relatif datar terhadap dolar AS.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan terhadap mata uang kawasan tidak hanya terjadi pada rupiah. Fluktuasi kurs pada awal perdagangan juga mencerminkan respons pasar terhadap perubahan sentimen global dan posisi dolar AS yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Sementara itu, mata uang negara-negara maju juga mayoritas bergerak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,21 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dolar Australia terkoreksi 0,07 persen, dolar Kanada turun 0,11 persen, sedangkan franc Swiss melemah 0,4 persen.

Data pasar pada awal perdagangan juga menunjukkan indeks dolar AS bergerak menguat. RM.id mencatat indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama naik 0,23 persen ke level 101,95. Penguatan dolar AS tersebut menjadi salah satu faktor yang turut memberi tekanan terhadap mata uang lain di pasar valuta asing.

Di dalam negeri, pergerakan rupiah tetap menjadi perhatian karena perubahan nilai tukar dapat memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi, terutama transaksi yang berkaitan dengan impor, pembayaran kewajiban dalam valuta asing, serta biaya sejumlah komoditas dan bahan baku yang diperdagangkan menggunakan dolar AS.

Meski demikian, pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan Senin masih relatif terbatas. Data Antara pada awal perdagangan mencatat rupiah sempat berada di Rp17.903 per dolar AS atau melemah 21 poin dari penutupan sebelumnya, menunjukkan adanya dinamika kurs yang cukup cepat sejak pasar dibuka.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global, arah indeks dolar AS, arus modal investor, serta berbagai data ekonomi yang menjadi perhatian pasar. Pelaku pasar juga akan mencermati kebijakan bank sentral utama dunia yang dapat memengaruhi daya tarik aset dalam mata uang dolar maupun mata uang negara berkembang.

Dengan posisi rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.800-an per dolar AS, pasar valuta asing domestik diperkirakan tetap menghadapi dinamika sepanjang perdagangan. Investor akan mencermati apakah tekanan terhadap rupiah berlanjut atau justru muncul ruang penguatan seiring perubahan sentimen pasar global.