Memuat berita

Berita International

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakat Perkuat Dukungan untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Prioritas

Fazlur Rahman · 12 Oktober 2026 · 15:01 WIB · 2 dibaca
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakat Perkuat Dukungan untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Prioritas

Foto: Tempo.co

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Mesir untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina serta mendorong terwujudnya perdamaian di Timur Tengah. Kedua negara sepakat melanjutkan kontribusi diplomatik dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, termasuk mendukung pemulihan serta rekonstruksi Jalur Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.

Komitmen tersebut disampaikan Prabowo dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Pertemuan kedua kepala negara menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi Indonesia dan Mesir dalam menyikapi perkembangan konflik Palestina serta berbagai persoalan regional dan internasional. 

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Mesir memiliki perhatian yang sama terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina. Kedua negara menilai upaya perdamaian perlu terus didorong bersamaan dengan penyaluran bantuan yang dibutuhkan masyarakat sipil, terutama warga Gaza yang menghadapi dampak konflik dan kerusakan infrastruktur.

“Indonesia dan Mesir terus bersepakat untuk melanjutkan kontribusi dalam mendorong proses perdamaian dan memberi bantuan kemanusiaan segera untuk Palestina, termasuk dalam pemulihan dan rekonstruksi Gaza,” ujar Prabowo dalam pernyataan bersama tersebut. 

Pernyataan itu menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak hanya dilakukan melalui jalur diplomasi, tetapi juga mencakup bantuan kemanusiaan dan upaya membangun kembali wilayah yang mengalami kerusakan. Rekonstruksi Gaza menjadi bagian penting dari agenda tersebut karena pemulihan kehidupan masyarakat membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga perbaikan fasilitas umum dan infrastruktur.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyampaikan keprihatinan atas kekerasan yang berdampak terhadap masyarakat sipil Palestina. Ia menyoroti tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia, termasuk operasi militer, tindakan provokatif, serta penggunaan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil.

Prabowo turut mengecam pembangunan permukiman ilegal Israel yang menurutnya semakin memperburuk situasi. Ia menegaskan bahwa penyelesaian konflik Palestina harus mengarah pada terbentuknya negara Palestina yang merdeka melalui solusi dua negara. Indonesia, kata dia, tetap mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan hidup dalam perdamaian. 

Sikap Indonesia tersebut sejalan dengan pandangan Mesir yang juga mendukung kemerdekaan Palestina. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Abdel Fattah el-Sisi menekankan perlunya penyelesaian menyeluruh terhadap konflik tersebut. Ia menyatakan bahwa negara Palestina yang merdeka harus diwujudkan berdasarkan garis perbatasan Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Menurut el-Sisi, penyelesaian tersebut menjadi landasan penting untuk mencapai perdamaian yang komprehensif di kawasan.

El-Sisi juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Indonesia dalam berbagai upaya diplomatik terkait Gaza. Ia menekankan pentingnya memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke wilayah tersebut dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Mesir, lanjutnya, menolak upaya pengusiran warga Palestina maupun tindakan yang berpotensi menghilangkan persoalan Palestina dari agenda internasional. 

Selain membahas Palestina, kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai meningkatnya ketegangan di sejumlah kawasan dunia. Prabowo dan el-Sisi sepakat bahwa eskalasi konflik dapat membahayakan keselamatan warga sipil, mengganggu stabilitas regional, serta menimbulkan dampak terhadap perekonomian global.

Karena itu, Indonesia dan Mesir mendorong deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta kepatuhan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kedua negara juga menekankan pentingnya dialog dan diplomasi sebagai jalan untuk menyelesaikan perselisihan tanpa memperluas konflik.

Kesepakatan mengenai Palestina tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja sama bilateral dalam menghadapi persoalan kemanusiaan dan keamanan internasional. Indonesia dan Mesir memiliki hubungan diplomatik yang telah berlangsung lama dan kini berupaya memperkuat kemitraan strategis melalui koordinasi politik, kerja sama ekonomi, serta kolaborasi di berbagai forum internasional.

Bagi Indonesia, dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari sikap diplomatik yang terus disuarakan pemerintah. Sementara bagi Mesir, persoalan Gaza juga memiliki arti penting karena kedekatan geografis dan dampak konflik terhadap stabilitas kawasan. Kerja sama kedua negara diharapkan dapat memperkuat dorongan internasional untuk mengakhiri kekerasan, memperluas akses bantuan, dan membuka jalan menuju pemulihan.

Meski demikian, komitmen politik dan diplomatik perlu diikuti langkah konkret agar bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan secara efektif dan proses rekonstruksi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Palestina. Pemulihan Gaza membutuhkan koordinasi berbagai pihak, akses bantuan yang memadai, dukungan pendanaan, serta kondisi keamanan yang memungkinkan pembangunan kembali berlangsung.

Melalui pertemuan di Jakarta tersebut, Prabowo dan el-Sisi menegaskan kembali bahwa dukungan bagi Palestina harus terus dilanjutkan. Kedua negara berkomitmen mendorong proses perdamaian, memperkuat bantuan kemanusiaan, dan mendukung rekonstruksi Gaza sebagai bagian dari upaya mewujudkan masa depan yang lebih aman dan bermartabat bagi rakyat Palestina.