Memuat berita

Nasional

Pemprov DKI Jakarta Kaji Kenaikan Tiket Ragunan Jadi Rp10.000 Imbas Biaya Perawatan Satwa

Devi Sry Atmaja · 20 September 2026 · 13:14 WIB · 2 dibaca
Pemprov DKI Jakarta Kaji Kenaikan Tiket Ragunan Jadi Rp10.000 Imbas Biaya Perawatan Satwa

Foto: Kompas.com/Dinda Aulia Ramadhanty

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta tengah mengkaji usulan kenaikan harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan menjadi Rp10.000. Kajian tersebut dilakukan menyusul tingginya biaya perawatan satwa serta flora dan fauna di kawasan konservasi tersebut. Langkah ini menjadi perhatian karena menyangkut akses masyarakat terhadap salah satu destinasi wisata edukasi terbesar di ibu kota. Proses pembahasan masih berlangsung untuk memastikan keputusan yang tepat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa dorongan penyesuaian tarif turut datang dari masyarakat. Banyak warga menilai harga tiket saat ini terlampau murah sehingga tidak sebanding dengan kebutuhan operasional taman. Masukan dari publik menjadi salah satu pertimbangan dalam kajian yang sedang dilakukan pemerintah provinsi. Pramono menekankan pentingnya menyeimbangkan keterjangkauan dengan keberlanjutan pengelolaan.

Menurut Pramono Anung, tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan saat ini bahkan masuk jajaran kebun binatang ibu kota termurah di dunia. Kondisi tersebut memunculkan desakan agar tarif disesuaikan dengan standar yang lebih realistis. Perbandingan dengan kebun binatang di kota-kota besar lainnya menjadi salah satu acuan dalam pembahasan. Penyesuaian diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan bagi pengunjung. Lonjakan volume kunjungan masyarakat ke Taman Margasatwa Ragunan kian meningkat tajam dalam periode terakhir. Peningkatan jumlah pengunjung terjadi secara signifikan dan memberikan tekanan tambahan terhadap fasilitas serta perawatan satwa. Tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa Ragunan tetap menjadi pilihan utama rekreasi keluarga di Jakarta. Namun, lonjakan tersebut juga menuntut pengelolaan yang lebih optimal.

Salah satu faktor yang mendorong kenaikan jumlah pengunjung adalah diberlakukannya operasional buka malam pada setiap Sabtu malam melalui program Ragunan Night Zoo. Kegiatan malam hari tersebut menarik minat masyarakat untuk datang di luar jam operasional biasa. Antusiasme terhadap Ragunan Night Zoo berkontribusi besar terhadap total kunjungan secara keseluruhan. Program ini sekaligus menambah dimensi pengalaman wisata di kawasan konservasi. Biaya perawatan satwa serta flora dan fauna di Taman Margasatwa Ragunan terus meningkat seiring dengan kebutuhan pakan, kesehatan, dan pemeliharaan habitat. Kawasan konservasi membutuhkan anggaran yang memadai agar standar kesejahteraan hewan tetap terjaga. Usulan kenaikan tiket menjadi Rp10.000 diharapkan dapat membantu menutup sebagian kebutuhan operasional tersebut. Kajian yang dilakukan mempertimbangkan aspek keberlanjutan jangka panjang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempatkan kajian ini sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas Taman Margasatwa Ragunan sebagai ruang edukasi dan konservasi. Penyesuaian tarif tidak hanya soal peningkatan pendapatan, tetapi juga terkait tanggung jawab terhadap satwa yang dirawat. Masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, terus digali selama proses pembahasan. Keputusan akhir akan diambil setelah seluruh aspek ditelaah secara menyeluruh. Tingginya minat warga terhadap Ragunan, terutama sejak adanya Ragunan Night Zoo, menunjukkan bahwa taman ini memiliki daya tarik kuat. Di sisi lain, pengelolaan kawasan konservasi membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Keseimbangan antara harga tiket yang terjangkau dan biaya operasional yang realistis menjadi fokus utama kajian. Pemerintah provinsi berupaya mencari titik temu yang menguntungkan semua pihak.

Proses kajian kenaikan harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan masih berlangsung di tingkat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Berbagai data terkait biaya perawatan, volume kunjungan, dan perbandingan tarif kebun binatang lain menjadi bahan pertimbangan. Pramono Anung memastikan bahwa keputusan yang diambil nanti akan memperhatikan kepentingan masyarakat luas. Transparansi dalam proses kajian menjadi komitmen yang dijunjung tinggi. Dengan adanya usulan kenaikan tiket menjadi Rp10.000, Taman Margasatwa Ragunan diharapkan dapat terus memberikan layanan yang berkualitas bagi pengunjung. Peningkatan biaya perawatan satwa dan flora-fauna menjadi alasan utama di balik kajian ini. Dukungan masyarakat terhadap penyesuaian tarif juga menjadi faktor penting dalam pembahasan. Hasil kajian akan menentukan arah kebijakan tarif yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.