Memuat berita

Nasional

Menko Polkam Ungkap Pesan Prabowo soal Rekrutmen TNI-Polri: Tak Cuma Lihat Fisik, Harus Pintar

Devi Sry Atmaja · 08 Oktober 2026 · 17:56 WIB · 2 dibaca
Menko Polkam Ungkap Pesan Prabowo soal Rekrutmen TNI-Polri: Tak Cuma Lihat Fisik, Harus Pintar

Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengungkap pesan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran perwira tinggi TNI dan Polri terkait sistem rekrutmen personel. Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Dalam arahannya, Prabowo meminta aspek intelektual menjadi salah satu perhatian utama dalam proses rekrutmen, tidak hanya mengutamakan kemampuan fisik.

Dudung mengatakan, Prabowo menginginkan sistem rekrutmen TNI dan Polri ke depan dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan kemampuan calon personel secara lebih menyeluruh.

"Beliau mengapresiasi. Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual," kata Dudung usai mengikuti taklimat.

Dalam arahannya, Prabowo juga memberikan contoh mengenai calon anggota TNI maupun Polri yang menggunakan kacamata. Menurut Presiden, penggunaan kacamata semestinya tidak secara otomatis menjadi penghalang seseorang untuk mengikuti proses rekrutmen selama calon tersebut memiliki kemampuan yang dibutuhkan.

"Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pinter," lanjut Dudung.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo seiring dengan perkembangan bentuk ancaman keamanan dan peperangan yang semakin berubah. Menurut Dudung, kemampuan personel dalam menghadapi tantangan masa depan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik. Perkembangan teknologi membuat pola peperangan modern semakin banyak memanfaatkan teknologi, termasuk penggunaan pesawat tanpa awak atau drone. Kondisi tersebut membuat kemampuan intelektual, penguasaan teknologi, serta kemampuan beradaptasi menjadi aspek yang semakin penting bagi personel TNI dan Polri.

"Karena tantangan ke depan ini kan perang itu kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentrasi Bapak Presiden," tambah Dudung.

Taklimat tersebut diikuti sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri. Pertemuan itu menjadi salah satu forum bagi Presiden untuk menyampaikan arahan mengenai kesiapan aparat menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berkembang.

Dudung menegaskan, pesan Presiden mengenai sistem rekrutmen tersebut menjadi perhatian bagi jajaran terkait. Rekrutmen TNI dan Polri ke depan diharapkan mampu menghasilkan personel yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga kapasitas intelektual untuk menghadapi perkembangan ancaman yang semakin kompleks.