Kendaraan produksi dalam negeri mulai mengambil posisi penting dalam jajaran kendaraan dinas pejabat pemerintahan. Pemerintah berencana menggunakan Maung Garuda buatan PT Pindad sebagai kendaraan dinas bagi para menteri Kabinet Merah Putih, dengan tahap awal penggunaannya telah dimulai oleh sejumlah menteri koordinator dan pimpinan lembaga negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, penggunaan Maung sebagai kendaraan dinas belum dilakukan secara serentak oleh seluruh anggota kabinet. Untuk tahap awal, kendaraan tersebut telah diberikan kepada sejumlah menteri koordinator dan kepala lembaga.
"Rencananya semua menteri, tapi yang tahap ini baru kepala-kepala lembaga dan menko," ujar Airlangga saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta.
Airlangga sendiri menjadi salah satu pejabat yang mulai menggunakan Maung Garuda untuk menjalankan aktivitas kedinasannya. Pada Senin (5/10/2026), ia terlihat menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine saat menghadiri agenda pemerintahan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Menurut Airlangga, sekitar 18 unit Maung telah tersedia dalam tahap awal untuk digunakan oleh para menteri koordinator dan kepala lembaga. Jumlah tersebut masih akan bertambah seiring proses distribusi kendaraan yang dilakukan pemerintah.
"18 unit kalau nggak salah. Mobil baru diberikan kepada kepala lembaga dan para menko," kata Airlangga.
Penggunaan Maung sebagai kendaraan dinas tidak hanya menyasar jajaran eksekutif. Airlangga menyebut kendaraan produksi PT Pindad itu juga telah digunakan oleh sejumlah pejabat dan lembaga negara lainnya, termasuk MPR, DPR, serta Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
"Tadi saya lihat MPR, DPR sudah pakai. Terus beberapa lembaga lain. Wantimpres sudah ada juga," ujar Airlangga.
Dengan demikian, penggunaan Maung perlahan diperluas sebagai kendaraan operasional pejabat negara. Pemerintah ingin produk buatan industri pertahanan dalam negeri tersebut tidak hanya dikenal sebagai kendaraan taktis, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan kendaraan resmi untuk pejabat pemerintahan.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para menteri menggunakan kendaraan produksi PT Pindad. Airlangga mengatakan, sebelumnya belum tersedia kendaraan dinas baru yang secara khusus diperuntukkan bagi jajaran menteri dalam pemerintahan saat ini.
"Dan Pak Presiden sudah meminta agar para menteri menggunakan Maung," kata Airlangga.
Maung yang digunakan para menteri merupakan varian MV3 Garuda yang dikembangkan PT Pindad. Kendaraan tersebut memiliki tampilan yang lebih mewah dibandingkan varian Maung yang dirancang untuk kebutuhan taktis dan operasional lapangan.
Maung MV3 Garuda Limousine sebelumnya menjadi perhatian publik setelah digunakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sejumlah agenda kenegaraan. Kini, kendaraan dengan basis pengembangan yang sama mulai diperluas penggunaannya untuk mendukung aktivitas pejabat negara.
Dari sisi desain, Maung Garuda untuk pejabat negara mengedepankan perpaduan antara kenyamanan, keamanan, dan identitas kendaraan nasional. Sejumlah fitur yang tersedia antara lain layar sentuh, konektivitas Bluetooth, kamera 360 derajat, serta ruang kabin yang dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang.
Untuk kendaraan yang diperuntukkan bagi menteri, spesifikasinya tidak sepenuhnya sama dengan unit yang digunakan Presiden. Salah satu perbedaannya adalah unit untuk para menteri tidak langsung dilengkapi sunroof seperti kendaraan kepresidenan.
Maung Garuda juga memiliki karakter sebagai kendaraan premium dengan dimensi besar dan kabin yang luas. PT Pindad mengembangkan kendaraan tersebut dengan sejumlah teknologi dan fitur yang disesuaikan untuk kebutuhan pejabat tinggi negara.
Penggunaan Maung oleh para menteri juga dipandang sebagai upaya memperkuat penggunaan produk industri dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, yang turut menjajal kendaraan tersebut, memberikan penilaian positif terhadap kenyamanan Maung Garuda.
"Kita harus cinta produk dalam negeri," ujar Bahlil.
Airlangga juga menyebut kendaraan tersebut memiliki harga yang kompetitif untuk kelasnya. Namun, terkait besaran anggaran pengadaan kendaraan, ia tidak memberikan rincian dan meminta pertanyaan mengenai pengadaan disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara. Ia hanya memastikan seluruh biaya pengadaan telah dibayarkan.
Sementara itu, Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi Danantara Sigit Puji Santosa menyebut pembagian kendaraan Maung Garuda akan diperluas kepada seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Bahkan, penggunaan kendaraan tersebut berpotensi menjangkau lebih banyak pejabat negara.
Artinya, penggunaan Maung bukan sekadar pergantian kendaraan dinas bagi sejumlah pejabat, tetapi menjadi bagian dari kebijakan yang lebih luas untuk menjadikan kendaraan buatan dalam negeri sebagai kendaraan resmi pemerintah.
Jika distribusi berjalan sesuai rencana, para menteri Kabinet Merah Putih secara bertahap akan meninggalkan kendaraan dinas sebelumnya dan beralih menggunakan Maung Garuda. Airlangga menyebut targetnya, pada akhir Oktober 2026 seluruh menteri sudah dapat menggunakan kendaraan produksi PT Pindad tersebut.
Langkah ini sekaligus menjadi panggung bagi PT Pindad untuk menunjukkan kemampuan industri otomotif dan pertahanan nasional dalam memproduksi kendaraan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan militer, tetapi juga memiliki standar kenyamanan dan keamanan untuk pejabat tinggi negara.
Di tengah dorongan pemerintah terhadap penggunaan produk dalam negeri, Maung Garuda kini menghadapi tantangan baru: membuktikan bahwa kendaraan nasional tersebut mampu menjadi kendaraan dinas yang andal, nyaman, aman, sekaligus memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan kendaraan premium dari produsen internasional.