Memuat berita

Nasional

Mahasiswa UTM Ciptakan VACSAFE, Teknologi Pendingin Makanan untuk Dukung Keamanan Program MBG

Fazlur Rahman · 06 September 2026 · 21:17 WIB · 2 dibaca
Mahasiswa UTM Ciptakan VACSAFE, Teknologi Pendingin Makanan untuk Dukung Keamanan Program MBG

Foto: Optika.id

Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Sejumlah mahasiswa berhasil mengembangkan VACSAFE

Inovasi tersebut lahir dari kesadaran bahwa keberhasilan program penyediaan makanan bergizi tidak hanya ditentukan oleh kandungan nutrisi yang diberikan kepada masyarakat. Di balik setiap makanan yang disiapkan, terdapat persoalan penting lain yang tidak kalah krusial, yakni bagaimana memastikan makanan tetap aman dan layak dikonsumsi sejak selesai dimasak hingga diterima oleh penerima manfaat.

Makanan yang telah melalui proses pemasakan masih membutuhkan penanganan yang tepat. Apabila proses penyimpanan maupun pendinginan dilakukan secara tidak sesuai, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme tertentu serta kontaminasi yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan.

Persoalan inilah yang kemudian menjadi salah satu perhatian tim mahasiswa UTM dalam mengembangkan VACSAFE. Teknologi tersebut dirancang sebagai solusi pendukung dalam proses pendinginan makanan sehingga penanganan makanan setelah proses produksi dapat dilakukan dengan lebih terkontrol.

VACSAFE dikembangkan oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) yang beranggotakan mahasiswa dari lintas program studi di Universitas Trunojoyo Madura. Tim tersebut berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa setelah melewati tahapan seleksi.

Keberhasilan mendapatkan pendanaan tersebut menjadi langkah penting bagi tim untuk mengembangkan gagasan yang sebelumnya berangkat dari persoalan di lapangan menjadi sebuah inovasi yang dapat terus diuji dan disempurnakan.

Kehadiran VACSAFE juga menunjukkan bagaimana lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi ruang lahirnya solusi teknologi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga didorong untuk mengidentifikasi persoalan nyata dan merancang inovasi yang memiliki manfaat praktis.

Dalam konteks MBG, aspek keamanan pangan memiliki posisi yang sangat penting. Program dengan cakupan penerima manfaat yang luas membutuhkan sistem pengelolaan makanan yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memastikan setiap tahapan pengolahan, penyimpanan, pendinginan, hingga distribusi berlangsung dengan memperhatikan prinsip keamanan pangan.

Dengan demikian, makanan bergizi yang telah disiapkan tidak berhenti pada persoalan kandungan nutrisi. Makanan tersebut juga harus dipastikan berada dalam kondisi aman ketika akhirnya sampai ke tangan penerima manfaat.

VACSAFE hadir dengan semangat untuk menjawab tantangan tersebut. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan makanan, terutama pada tahapan setelah makanan selesai dimasak dan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima.

Bagi tim pengembang, inovasi tersebut bukan sekadar proyek mahasiswa. VACSAFE menjadi contoh bahwa persoalan yang terlihat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi sebuah gagasan teknologi apabila dikaji secara serius dan didukung dengan pendekatan ilmiah.

Lebih jauh, pengembangan VACSAFE memperlihatkan potensi kolaborasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual dan kreativitas mahasiswa yang dapat diarahkan untuk menghasilkan inovasi, sementara pemerintah maupun industri dapat menjadi mitra dalam proses pengujian, pengembangan, hingga penerapan teknologi.

Ke depan, tim VACSAFE berencana terus menyempurnakan teknologi tersebut. Pengembangan lanjutan diharapkan dapat dilakukan melalui pengujian yang lebih komprehensif serta membuka peluang kerja sama dengan akademisi, pemerintah, dan mitra industri.

Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan teknologi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap prototipe atau kompetisi mahasiswa, tetapi memiliki peluang untuk diuji secara lebih luas dan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Jika dikembangkan secara konsisten, VACSAFE berpotensi menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi mahasiswa dapat mengambil bagian dalam menjawab tantangan program sosial berskala besar. Sebab, di balik ambisi menyediakan makanan bergizi secara luas, terdapat tanggung jawab yang sama pentingnya: memastikan makanan tersebut tetap aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi hingga tiba di meja makan masyarakat.

Dari Madura, inovasi mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura tersebut menjadi pengingat bahwa solusi untuk persoalan besar tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit. Terkadang, inovasi justru lahir dari keberanian melihat persoalan sederhana secara lebih serius, kemudian mengubahnya menjadi solusi yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.