Memuat berita

Football

Korea Selatan Makin Tak Terbendung, Raih Emas Sepak Bola Asian Games untuk Keempat Kalinya Beruntun

Fazlur Rahman · 04 Oktober 2026 · 22:04 WIB · 2 dibaca
Korea Selatan Makin Tak Terbendung, Raih Emas Sepak Bola Asian Games untuk Keempat Kalinya Beruntun

Foto: JPNN.com

Korea Selatan kembali menunjukkan dominasinya di sepak bola Asian Games. Tim Negeri Ginseng sukses merebut medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menundukkan tuan rumah Jepang dengan skor tipis 1-0 pada laga final di Toyota Stadium, Sabtu (3/10/2026).

Gol tunggal Eom Ji-sung pada menit ke-61 menjadi penentu kemenangan Korea Selatan. Pemain Swansea City itu memanfaatkan bola yang sempat ditepis kiper Jepang Rui Araki sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di pojok atas gawang. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga peluit panjang.

Jepang sebenarnya lebih banyak menguasai permainan, terutama setelah tertinggal. Tuan rumah beberapa kali berusaha mencari gol penyeimbang, termasuk melalui peluang Hisatsugu Ishii pada menit ke-79. Namun, tembakannya hanya membentur tiang gawang dan Korea Selatan mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Korea Selatan di sepak bola putra Asian Games. Mereka kini menjadi negara pertama yang mampu meraih empat medali emas secara beruntun

Rangkaian kejayaan itu dimulai pada Asian Games 2014 di Incheon. Korea Selatan kemudian kembali menjadi juara pada 2018 di Jakarta-Palembang dan 2022 di Hangzhou. Jepang kembali menjadi lawan mereka di final 2018, 2022, dan 2026, tetapi selalu gagal merebut emas dari Korea Selatan.

Kesuksesan di Aichi-Nagoya membuat total koleksi emas Korea Selatan di sepak bola putra Asian Games menjadi tujuh medali emas

Menariknya, kemenangan atas Jepang kali ini juga menjadi gelar keempat berturut-turut yang diraih Korea Selatan dengan mengalahkan lawan berbeda di partai final sesuai perjalanan empat edisi terakhir. Pada 2014 mereka mengalahkan Korea Utara, sementara pada 2018 dan 2022 masing-masing menaklukkan Jepang. Pada 2026, Jepang kembali menjadi lawan di partai puncak.

Sosok Eom Ji-sung menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam perjalanan Korea Selatan di turnamen kali ini. Pemain berusia 24 tahun tersebut didaftarkan sebagai salah satu dari tiga pemain di atas batas usia reguler yang diperbolehkan dalam turnamen sepak bola putra Asian Games. Keputusan tersebut terbukti memberikan kontribusi besar bagi lini serang Korea Selatan.

Eom bahkan mencetak gol pertama Korea Selatan di turnamen dan kemudian menutup perjalanan timnya dengan gol terakhir yang sekaligus menentukan medali emas. Sepanjang kompetisi, ia mencatat empat gol serta empat assist dan menjadi salah satu motor serangan utama tim asuhan Lee Min-sung.

Partai final melawan Jepang juga memiliki arti khusus bagi Korea Selatan karena berlangsung di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah. Lebih dari 30.000 penonton menyaksikan duel dua rival Asia tersebut di Toyota Stadium. Jepang tampil agresif dan mampu memberikan tekanan besar, tetapi pertahanan Korea Selatan tetap bertahan hingga akhir.

Bagi Jepang, kekalahan tersebut memperpanjang penantian mereka untuk kembali meraih emas sepak bola putra Asian Games. Jepang terakhir kali menjadi juara pada 2010 di Guangzhou. Setelah itu, mereka tiga kali mencapai final, yakni pada 2018, 2022, dan 2026, tetapi seluruhnya berakhir dengan kekalahan dari Korea Selatan.

Sementara bagi Korea Selatan, gelar di Aichi-Nagoya sekaligus menegaskan konsistensi mereka dalam turnamen sepak bola Asian Games. Dominasi tersebut bukan hanya terlihat dari jumlah gelar, tetapi juga dari keberhasilan mereka mempertahankan mahkota juara selama tiga edisi terakhir sekaligus memperpanjang rekor menjadi empat emas secara beruntun.

Kesuksesan itu membuat Korea Selatan semakin kokoh sebagai negara dengan koleksi emas terbanyak dalam sejarah sepak bola putra Asian Games. Dengan tujuh gelar, mereka kini unggul tiga emas atas Iran yang berada di posisi kedua dengan empat gelar.

Di tengah persaingan sepak bola Asia yang semakin ketat, pencapaian tersebut menjadi catatan sejarah tersendiri. Korea Selatan bukan hanya mempertahankan gelar, tetapi juga menciptakan rekor baru dengan menjadi tim pertama yang mampu memenangkan sepak bola putra Asian Games dalam empat edisi berturut-turut.