Argentina memberikan penghormatan khusus kepada Lionel Messi menjelang pertandingan terakhirnya bersama Timnas Argentina. Sebuah jersey raksasa berukuran lebih dari 30 meter dengan tulisan “GRACIAS 10”
Pemandangan tersebut langsung menjadi pusat perhatian masyarakat. Jersey berukuran tidak biasa itu dipasang di salah satu lokasi paling ikonik di Rosario, kota kelahiran Messi, sebagai bagian dari kampanye “GRACIAS 10” yang digelar untuk merayakan perjalanan panjang sang kapten bersama Tim Tango.
Jersey tersebut menggunakan warna khas Timnas Argentina dengan nomor punggung 10 yang menjadi identitas Messi selama bertahun-tahun. Kata “Gracias” atau “Terima kasih” ditampilkan sebagai pesan sederhana tetapi sarat makna untuk pemain yang telah membela negaranya selama lebih dari dua dekade.
Pemilihan Rosario sebagai lokasi penghormatan juga memiliki arti tersendiri. Kota tersebut merupakan tempat Messi lahir dan menjadi awal perjalanan seorang anak yang kemudian berkembang menjadi salah satu pesepak bola paling berpengaruh dalam sejarah Argentina.
Instalasi jersey raksasa itu dilakukan pada dini hari. Posisinya berada di area pelataran Monumen Nasional Bendera, antara tiang bendera utama dan bagian awal kompleks monumen. Kehadirannya membuat kawasan tersebut berubah menjadi salah satu titik utama perayaan menjelang laga perpisahan Messi.
Tak hanya membentangkan jersey, rangkaian penghormatan tersebut juga dilengkapi empat tiang pencahayaan yang digunakan untuk menghadirkan pertunjukan mapping audiovisual. Visual tersebut menampilkan sejumlah momen penting dalam perjalanan Messi bersama Timnas Argentina.
Masyarakat pun berdatangan ke lokasi untuk mengabadikan momen tersebut. Para penggemar memanfaatkan kesempatan itu untuk berfoto di depan jersey raksasa sekaligus menyampaikan rasa terima kasih kepada Messi atas pengabdiannya bersama La Albiceleste.
Bagi publik Argentina, kata “Gracias” pada jersey tersebut bukan sekadar bagian dari kampanye. Pesan itu menjadi simbol penghormatan kepada pemain yang selama bertahun-tahun berada di garis depan perjuangan Timnas Argentina.
Perjalanan Messi bersama tim nasional memang tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah melewati periode penuh tekanan setelah Argentina gagal meraih sejumlah gelar penting. Namun, perjalanan tersebut pada akhirnya berujung pada pencapaian yang selama bertahun-tahun dinantikan masyarakat Argentina.
Messi kemudian membawa Argentina meraih Copa America dan mencapai puncak kejayaan dengan memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar. Gelar tersebut sekaligus melengkapi perjalanan internasionalnya bersama La Albiceleste.
Kini, setelah lebih dari 20 tahun mengenakan seragam Argentina, Messi bersiap menjalani pertandingan terakhirnya bersama tim nasional di negaranya. Argentina menghadapi Benin dalam laga yang menjadi panggung perpisahan bagi sang kapten di Stadion Monumental, Buenos Aires.
Homenaje di Rosario menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang disiapkan untuk mengiringi momen tersebut. Di kota kelahirannya, pesan “GRACIAS 10” seolah mewakili perasaan jutaan penggemar yang telah mengikuti perjalanan Messi sejak awal kariernya hingga menjadi kapten dan ikon sepak bola Argentina.
Yang membuat penghormatan itu semakin bermakna adalah tempatnya. Rosario bukan hanya sekadar kota tempat jersey raksasa itu dibentangkan, tetapi juga kota tempat kisah Messi bermula.
Dari Rosario, Messi menapaki perjalanan menuju panggung sepak bola dunia. Bertahun-tahun kemudian, kota yang sama menjadi salah satu tempat pertama yang mengucapkan selamat tinggal kepadanya sebagai pemain Timnas Argentina.
Jersey raksasa tersebut akhirnya menjadi simbol sederhana dari perjalanan yang luar biasa panjang. Nomor 10 mengingatkan publik pada identitas sang pemain, sementara kata “GRACIAS” menjadi ungkapan terima kasih atas dedikasi, perjuangan, kemenangan, air mata, hingga kebanggaan yang telah diberikan Messi kepada negaranya.
Bagi para penggemar Argentina, pertandingan terakhir Messi bukan sekadar sebuah laga sepak bola. Itu adalah kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada seorang pemain yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah olahraga negara tersebut.
Dan sebelum sorak-sorai terakhir terdengar di Stadion Monumental, Rosario lebih dahulu menyampaikan pesannya melalui sebuah jersey raksasa di depan Monumen Nasional Bendera:
GRACIAS 10, Lionel Messi.