KALIMANTAN TENGAH - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian parah menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (24/9/2026) pagi. Asap yang semakin pekat membuat kondisi udara di sejumlah wilayah kota terlihat berkabut dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Dibandingkan kondisi sehari sebelumnya, kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya pada Kamis pagi terpantau jauh lebih tebal. Pekatnya asap membuat jarak pandang masyarakat terganggu, sementara aroma asap pembakaran tercium di sejumlah kawasan.
Kondisi tersebut memicu keluhan dari warga yang mulai merasakan dampak kabut asap terhadap kenyamanan dan kesehatan. Sebagian masyarakat mengaku mengalami gangguan seperti mata perih, tenggorokan terasa tidak nyaman, hingga kesulitan bernapas ketika berada di luar ruangan dalam waktu cukup lama. Kabut asap yang semakin pekat juga membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara. Penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap.
Fenomena kabut asap di Palangka Raya tidak terlepas dari aktivitas karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi cuaca yang relatif kering serta keberadaan lahan yang mudah terbakar dapat membuat api dan asap semakin sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani. Pekatnya kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi apabila jarak pandang menurun secara signifikan. Masyarakat diminta berhati-hati saat berkendara dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lingkungan.
Di tengah kondisi tersebut, penanganan karhutla terus menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Upaya pemadaman serta pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi sumber asap dan mencegah meluasnya kebakaran. Warga Palangka Raya berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan perkembangan karhutla dari instansi terkait.