Jakarta — Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) mengalami penurunan signifikan pada Juni 2026 seiring mulai meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah menetapkan ICP Juni sebesar USD 83,45 per barel, turun drastis 21,69 persen atau setara USD 23,11 per barel dibandingkan Mei 2026 yang mencapai USD 106,56 per barel. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2026.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa penurunan harga ini secara umum dipengaruhi oleh meredanya tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sepanjang bulan Juni. Membaiknya situasi keamanan di Timur Tengah, termasuk gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap, telah membuat distribusi minyak global kembali lancar sehingga tekanan terhadap harga minyak dunia pun mereda.
Secara rinci, rata-rata harga berbagai minyak acuan dunia selama Juni 2026 turun dibandingkan bulan sebelumnya. Selain ICP Indonesia yang berada di USD 83,45 per barel, Brent ICE turun menjadi USD 84,98 per barel, WTI Nymex melemah ke USD 82,41 per barel, Dated Brent berada di USD 86,13 per barel, dan Basket OPEC terkoreksi ke USD 91,03 per barel.
Penurunan harga minyak mentah ini dipandang sebagai angin segar bagi perekonomian nasional karena dapat membantu menekan subsidi energi dan laju inflasi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak global ke depan, terutama menjelang periode permintaan energi yang biasanya meningkat.