Gerakan Patungan untuk Hutan yang digagas Ferry Irwandi terus mendapat dukungan luas dari masyarakat. Hingga Kamis (15/10/2026), dana yang berhasil dihimpun melalui penggalangan donasi tersebut mencapai Rp10.519.523.391 atau sekitar Rp10,5 miliar dari target Rp50 miliar.
Berdasarkan data kampanye, jumlah tersebut terkumpul dari 126.451 donasi, dengan total 39 kali pencairan dana. Capaian ini menunjukkan besarnya partisipasi publik dalam gerakan gotong royong untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mendukung upaya pemulihan ekosistem hutan di Indonesia.
Gerakan Patungan untuk Hutan pertama kali diperkenalkan pada 2 September 2026. Melalui inisiatif ini, Ferry mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam menghadapi persoalan karhutla yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kehidupan warga di wilayah terdampak.
Penggalangan dana dilakukan melalui platform Kitabisa. Dana yang terkumpul dialokasikan untuk mendukung tiga program utama, yakni mitigasi kebakaran hutan dan lahan, respons kedaruratan, serta restorasi ekosistem hutan. Ketiga program tersebut dirancang untuk mendukung penanganan karhutla, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan dampak kebakaran dan pemulihan lingkungan.
Program mitigasi diarahkan untuk membantu upaya pencegahan dan pengurangan risiko kebakaran. Sementara itu, respons kedaruratan berfokus pada dukungan ketika kebakaran terjadi dan masyarakat membutuhkan bantuan. Adapun restorasi ekosistem menjadi bagian dari upaya pemulihan kawasan hutan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Penyaluran bantuan dari gerakan tersebut juga telah berjalan melalui kerja sama dengan tim di sejumlah wilayah, yakni Kalimantan, Papua, dan Sumatra. Wilayah-wilayah tersebut menjadi bagian dari jangkauan kegiatan yang dilaporkan dalam pelaksanaan program Patungan untuk Hutan.
Ferry Irwandi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut. Ia juga mengajak para donatur dan publik untuk terus memantau perkembangan penyaluran bantuan, kegiatan di lapangan, serta informasi terbaru mengenai pelaksanaan program.
Masyarakat dapat mengikuti perkembangan gerakan melalui akun Instagram resmi @patunganuntukhutan
Gerakan ini turut mendapat respons positif dari warganet. Sejumlah tanggapan menilai penggalangan dana tersebut sebagai bentuk nyata semangat saling membantu di tengah persoalan lingkungan yang dihadapi Indonesia. Partisipasi dalam jumlah besar juga memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap karhutla dapat diwujudkan melalui kontribusi bersama dari berbagai kalangan.
Meski dana yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp10,5 miliar, jumlah tersebut masih berada di bawah target Rp50 miliar. Karena itu, perjalanan kampanye masih berlanjut, dengan kebutuhan untuk menjaga kepercayaan publik melalui informasi yang jelas mengenai pencairan dana, penerima manfaat, serta hasil kegiatan di lapangan.
Penanganan karhutla sendiri membutuhkan upaya berkelanjutan, mulai dari pencegahan, pemadaman, perlindungan masyarakat terdampak, hingga pemulihan kawasan yang rusak. Dukungan pendanaan dapat membantu berbagai kegiatan tersebut, tetapi dampak nyata program juga bergantung pada pelaksanaan yang tepat sasaran, koordinasi dengan pihak terkait, dan pemantauan hasilnya.
Capaian Patungan untuk Hutan menjadi gambaran besarnya perhatian masyarakat terhadap persoalan kebakaran hutan dan pemulihan lingkungan. Dengan dukungan yang terus mengalir, gerakan ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan program di wilayah sasaran sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga hutan Indonesia.