Memuat berita

Nasional

Ditanya soal Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Listyo Sigit: “Aku Udah Bukan Polisi”

Fazlur Rahman · 22 Oktober 2026 · 17:28 WIB · 5 dibaca
Ditanya soal Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Listyo Sigit: “Aku Udah Bukan Polisi”

Foto: INews

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo merespons singkat pertanyaan awak media mengenai kasus penembakan sesama anggota Polri yang menewaskan seorang personel di Markas Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Saat ditanya mengenai peristiwa tersebut, mantan Kapolri itu menyatakan bahwa dirinya kini bukan lagi polisi.

“Polisi, aku udah bukan polisi,” kata Listyo saat keluar dari Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (19/10/2026). Setelah memberikan jawaban tersebut, ia menaiki mobil golf yang membawanya menuju kantor KSP.

Pernyataan itu disampaikan ketika awak media berupaya meminta tanggapannya mengenai kasus yang melibatkan dua anggota kepolisian tersebut. Namun, Listyo tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penanganan perkara maupun perkembangan penyelidikan atas insiden yang terjadi di Pondok Cabe.

Ketika kembali ditanya apakah dirinya telah memasuki masa pensiun atau belum, Listyo juga tidak memberikan jawaban secara verbal. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan kepada awak media sebelum mobil golf yang ditumpanginya melanjutkan perjalanan menuju kantor KSP.

Respons singkat tersebut belum menjelaskan secara langsung maksud pernyataan Listyo mengenai statusnya sebagai anggota kepolisian. Karena itu, pernyataannya tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan status keanggotaan maupun masa pensiunnya tanpa keterangan resmi lebih lanjut.

Kasus yang menjadi perhatian awak media itu berkaitan dengan tewasnya Bhayangkara Satu (Bharatu) Laurentius Valdo Fernandez Lawai, anggota Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri. Ia dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditembak berulang kali oleh juniornya sendiri, Bhayangkara Dua (Bharada) Andika Rahmadani.

Peristiwa tersebut terjadi di Markas Polairud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026). Insiden itu menyita perhatian karena melibatkan dua personel kepolisian yang bertugas dalam institusi yang sama, dengan korban dan terduga pelaku memiliki hubungan senior-junior.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, Valdo tidak hanya mengalami luka akibat tembakan. Ia juga disebut mengalami luka gorok yang diduga dilakukan oleh pelaku setelah penembakan. Rangkaian tindakan tersebut membuat kasus ini menjadi perhatian serius dan memunculkan pertanyaan mengenai kronologi kejadian serta motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

Meski demikian, pengungkapan secara menyeluruh mengenai urutan peristiwa, motif, dan faktor yang melatarbelakangi insiden tersebut tetap bergantung pada hasil penyelidikan aparat berwenang. Keterangan saksi, pemeriksaan barang bukti, hasil pemeriksaan forensik, serta keterangan terduga pelaku dapat menjadi bagian penting untuk merekonstruksi kejadian.

Kasus ini juga menjadi sorotan karena terjadi di lingkungan institusi penegak hukum. Penanganannya membutuhkan proses yang transparan dan akuntabel agar fakta-fakta mengenai peristiwa tersebut dapat terungkap secara jelas, sekaligus memastikan pertanggungjawaban hukum berdasarkan bukti yang sah.

Sementara itu, hingga pernyataan Listyo disampaikan pada Senin (19/10/2026), ia tidak memberikan tanggapan substantif mengenai kasus penembakan tersebut. Sikap singkatnya saat ditemui awak media membuat pertanyaan mengenai pandangannya terhadap insiden itu belum memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Publik kini menantikan perkembangan penyelidikan atas kematian Bharatu Valdo, termasuk kejelasan kronologi, motif, dan proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat. Pengungkapan perkara secara menyeluruh diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban sekaligus menjelaskan bagaimana peristiwa fatal tersebut dapat terjadi di lingkungan kepolisian.