Jakarta — Danantara Indonesia
Mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia dalam keterangannya menyebut bahwa kompleksitas persoalan yang dihadapi perusahaan serta agenda transformasi yang sedang berjalan membutuhkan pendekatan dan keahlian yang lebih spesifik agar proses perbaikan dapat berlanjut secara optimal. Dalam proses evaluasi yang dilakukan oleh Danantara Indonesia, sejumlah isu strategis disebut mengemuka, termasuk indikasi persoalan keuangan yang telah terakumulasi dalam jangka panjang serta tantangan pada aspek tata kelola perusahaan.
Selain itu, laporan evaluasi juga menyoroti dugaan adanya praktik rekayasa keuangan yang kini menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Meski demikian, pihak Danantara menegaskan bahwa seluruh proses masih berada dalam tahap pendalaman dan verifikasi, sehingga setiap langkah lanjutan akan dilakukan secara hati-hati dan berbasis bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Danantara Indonesia menyatakan komitmennya untuk menangani proses ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Fokus utama saat ini adalah memastikan PT Pos Indonesia dapat kembali menjadi perusahaan yang sehat secara finansial, kuat secara tata kelola, serta mampu memberikan layanan optimal kepada masyarakat.
Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi sektor logistik nasional, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan kompetisi industri yang semakin ketat. Ke depan, restrukturisasi di PT Pos Indonesia diperkirakan akan mencakup penataan ulang strategi bisnis, penguatan pengawasan internal, serta optimalisasi sumber daya untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan turut mengawal proses transformasi ini agar berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta memberikan dampak positif bagi layanan publik.