Memuat berita

Nasional

Coding dan AI Masuk Kurikulum Nasional 2027: Pemerintah Siapkan Generasi Digital Unggul Indonesia

Devi Sry Atmaja · 23 Juni 2026 · 15:18 WIB · 2 dibaca
Coding dan AI Masuk Kurikulum Nasional 2027: Pemerintah Siapkan Generasi Digital Unggul Indonesia

Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Jakarta – Pemerintah Indonesia semakin serius mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital. Pembelajaran coding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) dipastikan menjadi bagian prioritas pendidikan nasional mulai tahun 2027. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa penguatan kompetensi digital peserta didik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan relevansi literasi digital di Indonesia. “Penguatan kompetensi digital melalui coding dan AI menjadi prioritas kami agar siswa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator di masa depan,” ujar Abdul Mu'ti.

Selain memasukkan coding dan AI ke dalam kurikulum, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung yang terintegrasi, antara lain:

  • Digitalisasi pembelajaran secara menyeluruh
  • Deep Learning sebagai metode pembelajaran mendalam berbasis teknologi
  • Pengembangan talenta dan prestasi siswa di bidang sains, teknologi, dan inovasi
  • Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang lebih adaptif dengan kebutuhan masa depan
  • Langkah ini diharapkan dapat menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, di mana kemampuan digital menjadi kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap lulusan.

    Menurut Menteri Abdul Mu'ti, integrasi coding dan AI dalam pendidikan dasar dan menengah bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi global. Dengan demikian, Indonesia dapat melahirkan talenta-talenta muda yang kompetitif di tingkat internasional.

    Program ini juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital antarwilayah dan mempercepat transformasi pendidikan nasional. Pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai stakeholder, termasuk perusahaan teknologi, universitas, dan lembaga internasional untuk menyukseskan inisiatif ini.

    Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari kalangan pendidik dan orang tua. Banyak yang berharap implementasi program ini dapat dilakukan secara bertahap, merata, dan didukung infrastruktur yang memadai, terutama di daerah-daerah terpencil. Dengan langkah ambisius ini, Indonesia berupaya mengejar ketertinggalan di bidang teknologi sekaligus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.