Memuat berita

Nasional

BB TNBTS Tutup Sementara Sebagian Kawasan Wisata Gunung Bromo Akibat Kebakaran Hutan

Devi Sry Atmaja · 06 Agustus 2026 · 14:43 WIB · 3 dibaca
BB TNBTS Tutup Sementara Sebagian Kawasan Wisata Gunung Bromo Akibat Kebakaran Hutan

Foto: Istimewa

Probolinggo – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup sementara sebagian kawasan wisata Gunung Bromo mulai Senin, 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini dilakukan menyusul terjadinya kebakaran hutan di Blok Bantengan yang mulai terdeteksi sejak pukul 17.00 WIB pada hari yang sama.

Kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut memaksa pihak pengelola untuk mengambil langkah cepat demi keselamatan wisatawan dan upaya pemadaman yang optimal. Sejumlah akses utama menuju kawasan wisata langsung dibatasi untuk mencegah risiko perluasan api maupun gangguan terhadap operasi pemadaman.

Akses wisata melalui pintu masuk Jemplang, Coban Trisula di wilayah Malang, serta Senduro di Lumajang ditutup total. Wisatawan yang biasanya menggunakan ketiga jalur tersebut diimbau untuk menunda kunjungan atau mencari alternatif lain yang masih dibuka.

Sementara itu, pintu masuk melalui Cemoro Lawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan masih dapat dilalui. Namun, wisatawan yang masuk melalui kedua pintu tersebut hanya diperbolehkan mengunjungi kawasan Lautan Pasir, sedangkan area Savana dinyatakan tertutup sementara.

BB TNBTS secara tegas mengimbau masyarakat, wisatawan, dan seluruh pelaku jasa wisata untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan api di sekitar kawasan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan yang dapat memperparah kondisi di lapangan.

Pihak pengelola terus berkoordinasi intensif dengan tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terkait guna melokalisasi dan memadamkan api secepat mungkin. Upaya tersebut diharapkan dapat memulihkan aktivitas wisata di Gunung Bromo agar kembali berjalan normal dalam waktu dekat.

Pranata Humas BB TNBTS, Endrip Wahyutama, mengungkapkan bahwa luas area yang terbakar belum dapat dipastikan karena fokus utama tim saat ini adalah proses pemadaman. “Pengukuran luas area terdampak baru akan dilakukan setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman,” tegasnya.