Jakarta — Bank Dunia secara resmi meningkatkan status ekonomi Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income
Pembaruan klasifikasi negara berdasarkan pendapatan yang dirilis Bank Dunia pada Rabu (1/7) ini menambah daftar negara di Asia Tenggara yang berstatus upper-middle income
Sebelumnya, Vietnam menyandang status negara berpendapatan menengah bawah (lower-middle income
Menurut Bank Dunia, kenaikan status Vietnam didorong oleh model pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor yang kuat. Sementara itu, Filipina dinilai berhasil menjalankan transformasi ekonomi yang lebih merata, dengan pertumbuhan yang tersebar di berbagai sektor utama, tidak hanya bergantung pada satu sektor saja.
“Pertumbuhan Filipina mencerminkan peningkatan yang lebih inklusif di seluruh sektor,” ungkap Bank Dunia dalam keterangan resminya.
Berdasarkan data terbaru, Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita Vietnam mencapai USD 4.970, sedangkan Filipina sebesar USD 4.850 pada 2025. Kedua angka tersebut telah melampaui ambang batas Bank Dunia untuk kategori negara berpendapatan menengah atas, yaitu USD 4.636.
Kenaikan status ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap Vietnam dan Filipina. Dengan label upper-middle income
Dengan bergabungnya Vietnam dan Filipina, Asia Tenggara kini semakin menunjukkan peran pentingnya sebagai salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di dunia. Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang telah lebih dulu berada di kategori ini juga diharapkan dapat terus bersinergi untuk memperkuat posisi kawasan.