Memuat berita

Nasional

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Siapkan Tim Khusus Pelajari Algoritma dan AI

Fazlur Rahman · 04 Oktober 2026 · 22:08 WIB · 2 dibaca
Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Siapkan Tim Khusus Pelajari Algoritma dan AI

Foto: Harian Jogja

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Bersama Syahganda, Presiden juga melantik Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom.

Pengangkatan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah yang ditetapkan pada 1 Oktober 2026. Dalam prosesi tersebut, Prabowo memandu pengucapan sumpah jabatan sebelum dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan.

Syahganda menggantikan Muhammad Qodari yang sebelumnya menduduki posisi Kepala Bakom. Pada saat yang sama, Qodari dipercaya menempati posisi sebagai Sekretaris merangkap anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pergantian tersebut menjadi bagian dari rangkaian penataan sejumlah posisi pemerintahan yang berlangsung pada awal Oktober 2026.

Setelah dilantik, Syahganda langsung menyampaikan gambaran mengenai arah komunikasi pemerintah yang akan dijalankannya bersama Fadli. Ia mengatakan komunikasi pemerintah tidak hanya berkaitan dengan menyampaikan program, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memahami pemikiran dan landasan kebijakan Presiden Prabowo.

Menurut Syahganda, salah satu tantangan komunikasi pemerintah adalah menjembatani gagasan Presiden dengan pemahaman masyarakat. Ia menilai program pemerintah relatif lebih mudah dilihat dan dijelaskan, sedangkan pemikiran yang menjadi landasan di balik kebijakan membutuhkan pendekatan komunikasi yang berbeda.

“Yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran-pikiran beliau itu adalah pikiran-pikiran konstitusional,” ujar Syahganda seusai pelantikan.

Karena itu, Syahganda mengatakan dirinya bersama Fadli akan melanjutkan program komunikasi pemerintah yang sudah berjalan. Namun, strategi tersebut akan dikombinasikan dengan perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi cara masyarakat memperoleh, memilih, dan menerima informasi.

Salah satu perhatian utamanya adalah perkembangan algoritma digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Syahganda mengatakan Bakom berencana membentuk kelompok atau tim khusus untuk mempelajari pengaruh algoritma dan AI terhadap komunikasi pemerintah.

Menurut dia, kajian tersebut diperlukan untuk memahami bagaimana sistem digital dapat memengaruhi penyebaran pesan sehingga terdapat jarak antara pesan atau pemikiran Presiden dengan masyarakat yang menerimanya. Ia menyebut tantangan komunikasi pemerintah ke depan tidak hanya berasal dari bagaimana pesan dibuat, tetapi juga dari bagaimana pesan tersebut bergerak di ruang digital.

“Jadi kita akan mengembangkan satu kelompok atau tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat,” kata Syahganda.

Perhatian terhadap algoritma dan AI tersebut menunjukkan bahwa Bakom ingin menyesuaikan strategi komunikasi pemerintah dengan perubahan ekosistem informasi. Di tengah penggunaan media sosial dan platform digital yang semakin luas, informasi yang diterima masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pesan yang dibuat pemerintah, tetapi juga oleh mekanisme distribusi pada masing-masing platform.

Syahganda menilai perkembangan AI telah mengubah lanskap komunikasi secara global. Menurutnya, teknologi tersebut akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertarungan narasi di ruang publik. Karena itu, ia mengatakan pemerintah perlu memahami cara kerja teknologi tersebut agar pesan yang disampaikan tidak mengalami distorsi ketika sampai kepada masyarakat.

Meski memberikan perhatian besar terhadap teknologi, Syahganda menegaskan komunikasi pemerintah tetap akan melibatkan media massa dan wartawan. Ia memandang media memiliki posisi penting dalam ekosistem komunikasi publik karena dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Komunikasi tersebut, menurut Syahganda, juga tidak semestinya berjalan satu arah. Selain menyampaikan program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, komunikasi publik juga perlu membawa aspirasi masyarakat kembali kepada pemerintah. Dengan demikian, media dan kanal komunikasi pemerintah dapat menjadi ruang untuk mempertemukan informasi dari pemerintah dengan respons publik.

Dalam menjalankan tugas barunya, Syahganda juga menyatakan akan memberikan ruang besar kepada Fadli Tri Hartono untuk terlibat dalam pengembangan strategi komunikasi. Ia mengatakan dirinya percaya terhadap peran generasi muda dan telah mengenal Fadli sejak keduanya menjadi alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) serta pernah berada dalam organisasi yang sama.

“Saya percaya tentang anak-anak muda. Saya kadang-kadang sudah merasa tua juga. Jadi, saya akan bersandar banyak juga kepada beliau ke depan,” kata Syahganda.

Di sisi lain, Presiden Prabowo dalam arahannya menekankan pentingnya komunikasi pemerintah sebagai sarana memperkuat persatuan nasional. Pesan tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Bakom dalam menjalankan fungsi komunikasi pemerintah di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang dan pandangan yang beragam.

Dengan demikian, tantangan yang dihadapi Syahganda bukan hanya soal memperluas jangkauan informasi pemerintah. Bakom juga dituntut memahami perubahan cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi masyarakat, termasuk perkembangan algoritma serta AI yang semakin berperan dalam ruang digital.

Pelantikan Syahganda sekaligus menandai babak baru bagi Bakom setelah lembaga tersebut sebelumnya dipimpin Muhammad Qodari. Kini, di bawah kepemimpinan Syahganda bersama Fadli Tri Hartono, strategi komunikasi pemerintah akan diarahkan untuk mempertahankan program yang telah berjalan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Rencana pembentukan tim khusus untuk mempelajari algoritma dan AI menjadi salah satu langkah awal yang disampaikan Syahganda. Seberapa jauh kajian tersebut akan diterjemahkan menjadi strategi komunikasi pemerintah masih akan terlihat dalam pelaksanaan tugas Bakom ke depan.

Yang jelas, komunikasi pemerintah kini menghadapi ruang informasi yang semakin kompleks. Pesan tidak lagi hanya disampaikan melalui konferensi pers, televisi, surat kabar, atau situs resmi pemerintah, tetapi juga bergerak melalui media sosial, mesin rekomendasi, konten berbasis AI, dan berbagai platform digital. Dalam kondisi tersebut, kemampuan memahami teknologi sekaligus menjaga komunikasi dua arah dengan masyarakat akan menjadi bagian penting dari pekerjaan Bakom di bawah kepemimpinan Syahganda Nainggolan.