Memuat berita

Nasional

Sumsel Mulai Uji Coba Penyemaian Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Karhutla

Devi Sry Atmaja · 15 Oktober 2026 · 18:33 WIB · 2 dibaca
Sumsel Mulai Uji Coba Penyemaian Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Karhutla

Foto: Dok. Kemenko Polkam

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memulai uji coba teknologi baru penanganan kabut asap. Metode yang digunakan adalah penyemaian dry ice atau es dari karbon dioksida. Kegiatan tersebut dimulai pada Rabu (14/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengatasi dampak kebakaran hutan dan lahan. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menjelaskan posisi wilayahnya dalam program tersebut. Sumsel menjadi salah satu provinsi prioritas dalam uji coba teknologi dry ice. Keputusan ini diambil mengingat tingginya dampak kabut asap di daerah tersebut. Penanganan yang lebih efektif sangat dibutuhkan.

Palembang ditetapkan sebagai wilayah yang diprioritaskan dalam uji coba. Ibu kota provinsi ini terdampak cukup signifikan oleh kabut asap. Aktivitas masyarakat sehari-hari terganggu akibat kualitas udara yang memburuk. Prioritas pada Palembang diharapkan segera memberikan hasil yang terasa. Sementara itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI menjadi salah satu sumber asap. Titik-titik api di wilayah tersebut berkontribusi pada kabut yang menyelimuti daerah lain. Koordinasi penanganan antara daerah sumber dan daerah terdampak terus dilakukan. Pemadaman di OKI tetap menjadi fokus paralel.

Rabu (14/10/2026), Herman Deru memberikan detail operasional. Ia menjelaskan bahwa pesawat yang membawa dry ice dijadwalkan berangkat dari Bandar Lampung. Keberangkatan direncanakan pada hari yang sama apabila tidak ada kendala. Persiapan teknis sudah dilakukan sebelumnya. Gubernur Herman Deru secara khusus meminta agar penyemaian dry ice diprioritaskan di wilayah Palembang. Permintaan tersebut disampaikan demi membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Aktivitas warga di ibu kota provinsi terganggu oleh kondisi udara buruk. Intervensi cepat diharapkan mengurangi dampak kesehatan dan aktivitas.

Penyemaian dry ice merupakan teknologi yang memanfaatkan karbon dioksida dalam bentuk padat. Metode ini diharapkan mampu membantu proses pembentukan awan atau mengurangi konsentrasi asap. Uji coba di Sumsel menjadi langkah konkret penerapan teknologi tersebut. Hasilnya akan dievaluasi untuk penanganan selanjutnya. Dengan menjadikan Sumsel sebagai provinsi prioritas, pemerintah pusat dan daerah menunjukkan keseriusan. Kabut asap akibat karhutla telah berlangsung dan mengganggu berbagai sektor. Pendidikan, transportasi, serta kesehatan masyarakat terdampak. Inovasi seperti dry ice menjadi salah satu opsi yang diuji.

Palembang sebagai wilayah prioritas memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Dampak kabut asap terasa lebih besar di kawasan urban. Oleh karena itu, Herman Deru menekankan pentingnya fokus penyemaian di sana. Keberhasilan di Palembang dapat menjadi model untuk wilayah lain. Kabupaten OKI sebagai salah satu sumber asap tetap menjadi perhatian. Upaya pemadaman di lapangan terus digalakkan bersamaan dengan uji coba teknologi. Pendekatan ganda antara penanganan sumber api dan mitigasi asap di daerah terdampak dijalankan. Koordinasi antarwilayah menjadi kunci keberhasilan.

Pesawat pengangkut dry ice yang berangkat dari Bandar Lampung menjadi sarana utama operasi. Jadwal keberangkatan bergantung pada kondisi dan kesiapan teknis. Apabila tidak ada kendala, penyemaian dapat segera dilakukan. Pemantauan cuaca dan arah angin turut memengaruhi efektivitas operasi. Herman Deru sebagai kepala daerah menunjukkan komitmen kuat terhadap penanganan kabut asap. Permintaannya agar Palembang diprioritaskan mencerminkan perhatian pada masyarakat. Aktivitas warga yang terganggu menjadi alasan utama percepatan intervensi. Dukungan terhadap uji coba teknologi ini disampaikan secara terbuka.

Uji coba dry ice di Sumatera Selatan menambah daftar upaya penanganan karhutla. Selain water bombing dan pemadaman darat, teknologi baru diuji coba. Evaluasi hasil penyemaian akan menentukan kelanjutan penerapannya. Seluruh pihak berharap metode ini memberikan dampak positif. Kabut asap yang menyelimuti Palembang dan wilayah sekitarnya membutuhkan respons cepat. Dengan dimulainya uji coba pada 14 Oktober 2026, harapan baru muncul. Masyarakat menunggu hasil nyata dari penyemaian dry ice. Kualitas udara yang lebih baik menjadi target utama.