Memuat berita

Nasional

RS Pusri Palembang Putus Kerja Sama dengan Dokter TDJ Usai Komentar Negatif soal Pasien BPJS Viral

Devi Sry Atmaja · 08 Agustus 2026 · 16:41 WIB · 5 dibaca
RS Pusri Palembang Putus Kerja Sama dengan Dokter TDJ Usai Komentar Negatif soal Pasien BPJS Viral

Foto: Instagram @rspusripalembang

Palembang – Manajemen Rumah Sakit (RS) Pusri Palembang resmi mengakhiri kerja sama dengan dokter berinisial TDJ setelah yang bersangkutan menjadi sorotan publik akibat komentar bernada negatif terhadap seorang pasien peserta BPJS Kesehatan, Yusrizal, yang viral di media sosial. Keputusan tersebut diumumkan setelah pihak rumah sakit melakukan evaluasi internal terhadap unggahan dokter yang dinilai tidak mencerminkan etika profesi tenaga medis. Penghentian kerja sama mulai berlaku efektif pada 6 Agustus 2026.

Kepala Humas RS Pusri Palembang, Diah Dwi Anugrah, menjelaskan bahwa dr TDJ merupakan dokter mitra yang baru bergabung dengan rumah sakit tersebut sejak Mei 2026. "RS Pusri telah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dokter @tamdjs sebagai dokter mitra RS Pusri," kata Diah dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).

Menurut Diah, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menjaga profesionalisme serta menjunjung tinggi etika pelayanan kesehatan. Komentar yang disampaikan melalui media sosial dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diterapkan dalam lingkungan RS Pusri. Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan rumah sakit memiliki kewajiban menjaga sikap profesional, baik saat memberikan pelayanan kepada pasien maupun ketika berinteraksi di ruang publik, termasuk di media sosial.

Lebih lanjut, Diah mengatakan kebijakan penghentian kerja sama juga merupakan bagian dari upaya penegakan tata kelola organisasi yang mengedepankan disiplin profesi, integritas, dan penghormatan terhadap hak setiap pasien tanpa membedakan latar belakang maupun status kepesertaan jaminan kesehatan. Kasus ini mencuat setelah komentar dr TDJ terhadap pasien BPJS Kesehatan bernama Yusrizal menjadi viral di media sosial. Sebelumnya, Yusrizal mengunggah keluhan mengenai pelayanan kesehatan yang diterimanya. Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet, termasuk komentar dari dr TDJ yang kemudian menuai kritik karena dinilai kurang menunjukkan empati terhadap pasien.

Peristiwa tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah Yusrizal dikabarkan meninggal dunia. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan meninggalnya Yusrizal dengan komentar yang beredar di media sosial. Di tengah polemik yang berkembang, dr TDJ sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia, termasuk kepada institusi dan pihak-pihak yang merasa tersinggung atas unggahan yang dibuatnya.

Manajemen RS Pusri berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh tenaga kesehatan mengenai pentingnya menjaga etika komunikasi, baik dalam praktik pelayanan maupun di media sosial. Rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien. Kasus ini kembali mengingatkan bahwa profesionalisme tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari kompetensi medis, tetapi juga dari sikap, empati, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi kepada masyarakat.