Memuat berita

Politik

Rocky Gerung Ungkap Alasan Masuk Wantimpres: Ingin Pikirannya Tiba ke Presiden

Devi Sry Atmaja · 07 Oktober 2026 · 19:04 WIB · 4 dibaca
Rocky Gerung Ungkap Alasan Masuk Wantimpres: Ingin Pikirannya Tiba ke Presiden

Foto: Disway/Anisha Aprilia

Rocky Gerung menyampaikan alasan dirinya memilih masuk ke Istana sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Ia menegaskan memiliki kepentingan untuk menyampaikan pemikirannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara resmi di Jakarta. Kehadirannya di Wantimpres menjadi sorotan publik. Hal itu diungkapkan Rocky Gerung pada acara serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi. Muhammad Qodari menyerahkan posisi kepada Syahganda Nainggolan. Acara berlangsung pada Selasa (6/10/2026). Rocky hadir dan memanfaatkan kesempatan untuk menjelaskan sikapnya.

Sebagai anggota Wantimpres, Rocky merasa memiliki ruang untuk menyalurkan gagasan. Ia tidak ingin pemikirannya hanya berhenti di ruang publik. Kedekatan dengan Presiden menjadi peluang untuk menyampaikan masukan secara lebih langsung. Orientasi tersebut menjadi dasar keputusannya. Rocky Gerung menegaskan keinginannya dengan kalimat yang tegas.

“Saya menginginkan pikiran saya tiba dua detik sebelum kejadian ke kuping Presiden,” ujar Rocky. Pernyataan itu menggambarkan urgensi dan kecepatan yang ia harapkan dalam penyampaian gagasan. Ia ingin masukan sampai sebelum suatu peristiwa terjadi.

Dengan bergabung di Wantimpres, Rocky berharap dapat memberikan pertimbangan yang relevan. Posisi sebagai penasihat Presiden memberinya akses formal. Ia menilai jalur ini lebih efektif dibanding sekadar menyampaikan opini di luar pemerintahan. Kepentingan intelektual menjadi motivasi utamanya. Acara serah terima jabatan Kepala Bakom menjadi momen yang ia pilih untuk berbicara. Kehadiran sejumlah tokoh dan media membuat pernyataannya terdengar luas. Rocky tidak menghindari pertanyaan mengenai alasannya masuk Istana. Ia justru menjelaskan secara terbuka.

Keinginan agar pikirannya tiba “dua detik sebelum kejadian” mencerminkan gaya komunikasinya yang khas. Rocky ingin masukan yang ia berikan bersifat antisipatif. Bukan sekadar komentar setelah sesuatu terjadi, melainkan pertimbangan yang bersifat preventif. Pendekatan tersebut menjadi ciri pemikirannya. Sebagai akademisi dan pengamat yang selama ini kritis, keputusan masuk Wantimpres sempat menimbulkan pertanyaan. Rocky menjawab dengan menekankan kepentingan menyampaikan pikiran ke Presiden. Ia tidak berbicara tentang jabatan atau fasilitas. Fokus utamanya adalah substansi gagasan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melantik sejumlah anggota Wantimpres. Rocky Gerung menjadi salah satu nama yang masuk dalam jajaran tersebut. Kehadirannya diharapkan memperkaya perspektif di internal dewan. Keragaman latar belakang anggota menjadi kekuatan Wantimpres. Dalam acara di Jakarta tersebut, Rocky terlihat santai namun tegas saat berbicara. Ia tidak panjang lebar membahas isu lain. Alasan masuk Istana disampaikan dengan satu kalimat kunci yang mudah diingat. Publik langsung menangkap esensi pernyataannya.

Dengan bergabung di Wantimpres, Rocky memiliki saluran resmi menuju Presiden. Ia berharap pikiran-pikirannya tidak terlambat sampai. Metafora “dua detik sebelum kejadian” menjadi gambaran ideal yang ia inginkan. Kecepatan dan ketepatan masukan menjadi orientasi kerjanya. Serah terima jabatan dari Muhammad Qodari kepada Syahganda Nainggolan menjadi latar belakang pernyataannya. Rocky hadir dalam kapasitas baru sebagai anggota Wantimpres. Momen tersebut ia manfaatkan untuk memperkenalkan pendekatan yang akan ia bawa.

Komunikasi terbuka tetap menjadi gayanya. Banyak pihak menanti bagaimana Rocky akan menjalankan peran di Wantimpres. Selama ini ia dikenal vokal di ruang publik. Kini ia memilih jalur internal untuk menyampaikan gagasan. Perubahan posisi tersebut ia jelaskan dengan alasan yang lugas. Kepentingan untuk menyampaikan pikiran kepada Presiden menjadi benang merah pernyataannya. Rocky tidak menyembunyikan motivasinya. Ia ingin kontribusi pemikirannya berdampak langsung pada pengambilan keputusan. Wantimpres menjadi wadah yang ia pilih untuk tujuan tersebut.