Memuat berita

Football

PSSI Kecam Keras Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang, Yunus Nusi Desak Pelaku Dihukum Berat

Fazlur Rahman · 13 Oktober 2026 · 14:17 WIB · 2 dibaca
PSSI Kecam Keras Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang, Yunus Nusi Desak Pelaku Dihukum Berat

Foto: Telusur.co.id

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengecam keras dugaan penyerangan terhadap rombongan tim Persib Bandung U-18 yang terjadi di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Insiden tersebut menjadi perhatian serius karena menyasar para pemain muda yang baru saja menyelesaikan pertandingan kompetisi Elite Pro Academy (EPA).

Peristiwa itu dilaporkan mengakibatkan bus yang membawa rombongan mengalami kerusakan, sejumlah barang milik pemain dan ofisial diduga dijarah, serta seorang personel media Persib mengalami kekerasan fisik. Kejadian tersebut berlangsung ketika rombongan sedang dalam perjalanan pulang setelah menjalani pertandingan di Surakarta, Jawa Tengah. 

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menilai tindakan kekerasan itu tidak dapat diterima, terlebih karena para pemain yang menjadi sasaran merupakan atlet usia muda yang sedang menjalani proses pembinaan dan tidak semestinya terseret dalam konflik rivalitas antarsuporter.

Menurut Yunus, keselamatan seluruh insan sepak bola harus menjadi prioritas, mulai dari pemain, ofisial, pekerja media, perangkat pertandingan hingga suporter. Ia menegaskan bahwa rivalitas dalam sepak bola tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan intimidasi, perusakan, penjarahan, ataupun kekerasan fisik terhadap pihak lain.

PSSI menyatakan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendorong pengusutan kasus tersebut hingga tuntas. Yunus meminta aparat mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat, menangkap pelaku, serta memproses mereka sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mendorong pihak terkait di lingkungan kompetisi sepak bola mengambil langkah tegas agar tindakan serupa tidak terulang.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, saat rombongan Persib U-18 berhenti di rest area dalam perjalanan kembali setelah mengikuti pertandingan EPA. Berdasarkan keterangan awal kepolisian yang diberitakan media, bus rombongan mengalami kerusakan setelah sejumlah orang diduga melakukan penyerangan. Salah seorang ofisial juga dilaporkan menjadi korban kekerasan, sementara sejumlah koper milik pemain dan ofisial diduga hilang atau dijarah.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan keamanan dalam perjalanan tim sepak bola, khususnya kelompok usia muda yang mengikuti kompetisi di luar daerah. Para pemain akademi seharusnya dapat berfokus pada pertandingan, pengembangan kemampuan, dan pembentukan karakter tanpa harus menghadapi ancaman kekerasan akibat rivalitas di luar lapangan.

PSSI menegaskan bahwa semangat kompetisi harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap keselamatan dan sportivitas. Perbedaan dukungan terhadap klub tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan yang mengancam keselamatan orang lain. Kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari olahraga, sedangkan tindakan kriminal tidak dapat dibenarkan atas nama fanatisme.

Proses penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara jelas kronologi kejadian, pihak-pihak yang terlibat, serta motif di balik dugaan penyerangan tersebut. Penanganan yang tuntas juga penting untuk memberikan kepastian hukum bagi para korban sekaligus mencegah kekerasan serupa kembali terjadi dalam perjalanan maupun kegiatan kompetisi sepak bola nasional.

Bagi PSSI, insiden di Rest Area KM 360 Batang menjadi pengingat bahwa pembinaan sepak bola tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan atlet di lapangan. Perlindungan terhadap pemain, terutama atlet usia muda, serta jaminan keamanan bagi seluruh rombongan juga harus menjadi perhatian bersama. Sepak bola semestinya menjadi ruang untuk berkompetisi secara sehat, bukan alasan untuk melakukan kekerasan.