JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi. Ia dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Prosesi pelantikan berlangsung pada Kamis (15/10/2026). Momen tersebut menandai pergantian pimpinan di lembaga penanggulangan bencana nasional.
Kristomei Sianturi menggantikan Letjen Suharyanto yang sebelumnya memimpin BNPB. Suharyanto telah menjabat sejak 17 November 2021. Masa kepemimpinannya berlangsung hampir lima tahun. Estafet kepemimpinan kini beralih kepada Kristomei. Pelantikan ini dilakukan sehari setelah perkembangan penting di Komisi Pemberantasan Korupsi. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, KPK menetapkan lima tersangka. Kasus yang ditangani terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Sumber dana yang diduga disimpangkan berasal dari dana siap pakai kebencanaan.
Salah satu tersangka dalam perkara tersebut adalah Bima Setyawan. Ia merupakan tenaga ahli sekaligus adik kandung Letjen Suharyanto. Penetapan tersangka terhadap adik kepala BNPB sebelumnya menjadi sorotan publik. Momentum pergantian pimpinan terjadi dalam waktu berdekatan. Dengan dilantiknya Kristomei Sianturi, BNPB memasuki fase kepemimpinan baru. Presiden Prabowo menjalankan kewenangannya dalam menata pejabat lembaga pemerintah. Pelantikan berlangsung di tengah perhatian terhadap kasus korupsi di tubuh BNPB. Publik menaruh harapan pada pemimpin baru.
Letjen Kristomei Sianturi sebelumnya menjabat sebagai Pangdam XXI/Radin Inten. Kehadirannya di Istana beberapa waktu sebelumnya sempat memicu spekulasi. Kini spekulasi tersebut terjawab dengan pelantikan resmi sebagai Kepala BNPB. Ia memulai tugas di lembaga yang tengah menjadi sorotan. Suharyanto yang memimpin sejak November 2021 meninggalkan jabatan di tengah kasus yang menjerat adiknya. Bima Setyawan ditetapkan sebagai salah satu dari lima tersangka oleh KPK. Perkara tersebut terkait pengadaan yang menggunakan dana siap pakai kebencanaan. Proses hukum masih berlangsung.
Dana siap pakai atau DSP kebencanaan merupakan instrumen penting dalam respons cepat bencana. Dugaan penyimpangan dalam pengadaannya menjadi perhatian serius. KPK telah menyita sejumlah barang bukti dalam operasi sebelumnya. Lima tersangka, termasuk Bima Setyawan, menghadapi proses hukum. Pergantian Kepala BNPB sehari setelah penetapan tersangka menambah dinamika. Presiden Prabowo memilih Kristomei Sianturi sebagai pengganti. Keputusan tersebut diambil dalam rangka penataan kelembagaan. Kepemimpinan baru diharapkan membawa perbaikan tata kelola.
Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB baru memikul tanggung jawab besar. Lembaga yang dipimpinnya menangani penanggulangan bencana di seluruh Indonesia. Di tengah isu korupsi yang sempat mencuat, tantangan integritas dan profesionalisme semakin nyata. Publik menunggu langkah konkret yang akan diambil. Masa jabatan Suharyanto yang dimulai 17 November 2021 berakhir pada 15 Oktober 2026. Hampir lima tahun kepemimpinan diwarnai berbagai operasi penanggulangan bencana. Namun, akhir masa jabatannya beriringan dengan kasus hukum yang melibatkan adiknya. Transisi berlangsung secara resmi melalui pelantikan.
Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan tersebut menegaskan amanah yang diberikan. Kristomei Sianturi resmi memegang kendali BNPB. Seluruh jajaran lembaga diharapkan mendukung kepemimpinan baru. Fokus pada penanggulangan bencana tetap menjadi prioritas utama. Kasus dugaan korupsi DSP kebencanaan yang menjerat lima tersangka, termasuk Bima Setyawan, masih dalam proses di KPK. Penetapan tersangka pada 14 Oktober menjadi latar belakang yang tidak terpisahkan dari momen pelantikan. Integritas pengelolaan dana bencana menjadi isu yang harus dibenahi.
Dengan bergantinya pimpinan, harapan terhadap perbaikan sistem di BNPB semakin besar. Kristomei Sianturi memasuki jabatan di tengah tantangan kepercayaan publik. Langkah-langkah pembenahan tata kelola dan penguatan pengawasan internal dinanti. Penanganan bencana yang akuntabel menjadi tuntutan utama.