Memuat berita

Nasional

Pramono Anung Gebrak Pendidikan Jakarta, Gedung SDN Kebayoran Lama Dibangun Rp50 Miliar

Fazlur Rahman · 04 Oktober 2026 · 22:07 WIB · 2 dibaca
Pramono Anung Gebrak Pendidikan Jakarta, Gedung SDN Kebayoran Lama Dibangun Rp50 Miliar

Foto: Liputan6.com

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong perbaikan sarana dan prasarana pendidikan melalui pembangunan serta revitalisasi sekolah negeri di berbagai wilayah Ibu Kota. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan anak-anak Jakarta memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, layak, dan mampu menunjang proses pembelajaran secara optimal.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 di Jakarta Selatan. Peletakan batu pertama proyek tersebut dilakukan pada Selasa (29/9/2026), menandai dimulainya pembangunan gedung baru yang menggabungkan kedua sekolah dalam satu kompleks pendidikan.

Pembangunan gedung tersebut memiliki nilai lebih dari Rp50 miliar dan dilaksanakan melalui kontribusi kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari pengembang PT Wisma Nusantara Internasional. Skema tersebut memungkinkan pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pembangunan kembali kedua sekolah merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan cukup berat. Pemerintah ingin memastikan peserta didik dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang lebih aman dan representatif.

Gedung baru SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 dirancang sebagai bangunan empat lantai dengan kapasitas 24 ruang kelas serta sejumlah ruang pendukung. Konsep pembangunan juga memperhatikan aspek inklusivitas dengan menyediakan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas, termasuk toilet khusus dan lift untuk mendukung mobilitas peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan kedua sekolah tersebut berada dalam satu kawasan dengan luas lahan sekitar 5.235 meter persegi. SDN Kebayoran Lama Selatan 09 saat ini memiliki sekitar 270 peserta didik, sedangkan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 menampung sekitar 152 peserta didik.

Pembangunan gedung baru tersebut diproyeksikan berlangsung sekitar satu tahun dan ditargetkan selesai pada Agustus 2027. Selama proses konstruksi, kegiatan belajar mengajar tidak dihentikan. Para siswa direlokasi sementara ke sekolah lain agar proses pendidikan tetap berjalan.

Sebelumnya, kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 memang membutuhkan penanganan serius. Sebagian rangka atap sekolah roboh pada November 2024 dan berdasarkan rekomendasi teknis, bangunan tersebut dikategorikan rusak berat sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sejak saat itu, keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan langkah pembangunan kembali.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyatakan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 termasuk salah satu sekolah dengan kondisi paling kritis yang harus dipercepat penanganannya. Pemprov DKI kemudian menyiapkan skema regrouping dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 agar pembangunan fasilitas pendidikan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari program yang lebih luas. Pemprov DKI menargetkan pembangunan dan renovasi delapan sekolah rusak pada 2026. Sejumlah sekolah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan diprioritaskan agar perbaikan fasilitas tidak hanya terpusat di satu wilayah Jakarta.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menghadapi tantangan untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat digunakan dan dirawat dalam jangka panjang. Gedung sekolah yang modern membutuhkan sistem pemeliharaan yang konsisten agar kualitas bangunan, fasilitas olahraga, ruang kelas, toilet, hingga fasilitas bagi penyandang disabilitas tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Peningkatan kualitas infrastruktur juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Gedung yang lebih representatif akan memberikan lingkungan belajar yang lebih baik, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada kualitas tenaga pendidik, pengelolaan sekolah, serta proses pembelajaran yang berlangsung di dalamnya.

Karena itu, revitalisasi sekolah tidak hanya dapat dipandang sebagai proyek pembangunan gedung. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan di tingkat dasar dengan memastikan aspek keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, dan keberlanjutan fasilitas berjalan secara bersamaan.

Bagi warga Jakarta, kehadiran sekolah negeri dengan fasilitas yang semakin lengkap juga menjadi bagian penting dalam pemerataan kesempatan pendidikan. Anak-anak dari berbagai latar belakang dapat memperoleh akses terhadap fasilitas belajar yang layak tanpa harus bergantung semata-mata pada pilihan sekolah swasta.

Pemprov DKI sendiri menegaskan pembangunan sekolah harus dikerjakan secara profesional dan memperhatikan kualitas konstruksi. Hal tersebut menjadi penting karena fasilitas pendidikan merupakan infrastruktur publik yang digunakan setiap hari oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Dengan pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 yang ditargetkan selesai pada Agustus 2027, proyek tersebut diharapkan tidak sekadar menggantikan bangunan lama, tetapi menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan sesuai kebutuhan peserta didik. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga serta fasilitas tersebut dirawat secara konsisten setelah gedung mulai digunakan.