Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden FIFA Gianni Infantino dijadwalkan hadir dalam rangkaian penutupan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta. Kehadiran dua tokoh tersebut akan menjadi bagian dari agenda puncak turnamen yang untuk pertama kalinya digelar di bawah label FIFA.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan rencana tersebut menjelang pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026). Menurut Erick, Infantino dijadwalkan terlebih dahulu bertemu dengan Prabowo pada 4 Oktober 2026, sebelum menghadiri pertandingan final sehari setelahnya.
"Rencana Presiden Gianni akan bertemu Bapak Presiden Prabowo Subianto tanggal 4, ya. Dan tanggal 5-nya di sini, mengundang beberapa presiden dari negara Asia Tenggara dan juga Asia lainnya, dan tentu penutupan, pertandingan final yang akan terjadi tanggal 5 Oktober," ujar Erick.
Dengan demikian, pertemuan Prabowo dan Infantino direncanakan berlangsung sehari sebelum laga final. Pada 5 Oktober, keduanya dijadwalkan berada di SUGBK untuk mengikuti rangkaian penutupan sekaligus menyaksikan pertandingan puncak FIFA ASEAN Cup 2026.
PSSI juga mengundang sejumlah kepala negara dari negara-negara Asia Tenggara dan kawasan Asia lainnya untuk menghadiri agenda penutupan tersebut. Kehadiran para pemimpin negara diharapkan turut memberikan perhatian terhadap perkembangan sepak bola di kawasan sekaligus menyaksikan langsung pertandingan final turnamen.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ajang penting karena turnamen regional Asia Tenggara tersebut kini berada di bawah label FIFA. Indonesia dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan, dengan rangkaian kompetisi berlangsung hingga 5 Oktober 2026.
Bagi Indonesia, penyelenggaraan turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk kembali menjadi tuan rumah ajang sepak bola yang berada dalam naungan FIFA. Sebelumnya, Indonesia telah menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA 2023.
Erick menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan Presiden Prabowo atas dukungan terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk memastikan Indonesia mampu menjalankan tanggung jawab sebagai tuan rumah dengan baik.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, pemerintah yang men-support event FIFA ini. Ini kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah FIFA event, yang sebelumnya yaitu FIFA (Piala Dunia) U-17 yang berlangsung amat sukses," kata Erick.
Dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek penyelenggaraan. Erick juga mengungkapkan bahwa Prabowo memberikan perhatian terhadap penampilan Timnas Indonesia dalam turnamen tersebut.
Sebelum pertandingan pembuka, Erick mengaku mendapat telepon dari Prabowo. Presiden meminta Timnas Indonesia tidak hanya tampil sebagai tuan rumah, tetapi juga memberikan performa terbaik selama mengikuti kompetisi.
"Beliau mengharapkan kita kasih yang terbaik tidak hanya sebagai tuan rumah, tetapi tim nasionalnya harus kasih yang terbaik juga," ujar Erick.
Timnas Indonesia sendiri mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil positif. Skuad Garuda meraih kemenangan 2-0 atas Singapura pada pertandingan perdana Grup A di SUGBK, Jumat (25/9) malam WIB. Ragnar Oratmangoen mencetak gol pembuka pada menit ke-13, sedangkan Ole Romeny menggandakan keunggulan melalui tendangan penalti pada menit ke-73.
Erick berharap momentum tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam mengejar prestasi di turnamen. Ia sebelumnya menyebut tantangan berikutnya bukan hanya meraih kemenangan dalam pertandingan, tetapi berusaha membawa tim hingga menjadi juara.
Sementara itu, kehadiran pejabat tinggi FIFA menunjukkan perhatian terhadap penyelenggaraan turnamen regional yang kini membawa label federasi sepak bola dunia tersebut. Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom turut hadir dalam seremoni pembukaan di Jakarta dan memberikan apresiasi terhadap kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah.
Grafstrom menyebut gairah masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, dukungan PSSI, serta kerja sama dengan pemerintah menjadi sejumlah faktor yang mendukung penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia. Ia juga menilai turnamen tersebut dapat memberikan kesempatan bagi pemain-pemain terbaik di kawasan Asia Tenggara untuk mendapatkan pengalaman dalam pertandingan internasional.
FIFA ASEAN Cup 2026 diikuti tim-tim dari kawasan Asia Tenggara dan berlangsung dalam periode kalender FIFA. Kondisi tersebut membuat klub memiliki kewajiban melepas pemain untuk memperkuat tim nasional masing-masing, sehingga peserta dapat membawa skuad yang lebih kompetitif.
Rangkaian turnamen dijadwalkan berlanjut hingga partai final pada 5 Oktober 2026. Jika agenda yang disampaikan Erick berjalan sesuai rencana, pertandingan tersebut tidak hanya menjadi penentu juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup, tetapi juga akan menjadi panggung pertemuan sejumlah pemimpin negara Asia dan pejabat tertinggi FIFA di Indonesia.
Pertemuan Prabowo dan Infantino pada 4 Oktober kemudian dilanjutkan dengan kehadiran mereka dalam final sehari berikutnya membuat penutupan FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat perhatian lebih luas. Selain menjadi momentum olahraga, agenda tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas penyelenggaraan turnamen sepak bola internasional di hadapan FIFA dan para pemimpin negara peserta.