Memuat berita

Nasional

Mendag Budi Santoso Bantah Ada Boikot Produk Indonesia di Malaysia

Devi Sry Atmaja · 09 Oktober 2026 · 15:11 WIB · 2 dibaca
Mendag Budi Santoso Bantah Ada Boikot Produk Indonesia di Malaysia

Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi seruan yang muncul di Malaysia terkait ajakan untuk memboikot produk asal Indonesia. Pemerintah Indonesia membantah adanya aksi boikot terhadap produk Indonesia di Malaysia dan menyebut situasi tersebut hanya berlangsung sesaat. Budi mengatakan pemerintah telah mengetahui adanya seruan tersebut dan telah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan persoalan tidak berkembang dan memengaruhi hubungan perdagangan maupun hubungan bilateral kedua negara.

"Enggak ada boikot. Itu hanya sesaat," kata Budi saat memberikan keterangan mengenai isu tersebut.

Menurut Budi, pemerintah tidak melihat adanya kondisi yang menunjukkan terjadinya boikot produk Indonesia secara luas di Malaysia. Karena itu, pemerintah memilih melakukan komunikasi dan koordinasi melalui jalur diplomatik untuk memastikan situasi tetap terkendali. KBRI menjadi salah satu jalur yang digunakan pemerintah Indonesia untuk berkomunikasi dengan pihak terkait di Malaysia. Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memantau perkembangan isu sekaligus menjaga hubungan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia.

Budi menegaskan bahwa isu tersebut tidak berdampak terhadap hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia. Kedua negara tetap menjalankan hubungan kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan ekonomi. Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi di Malaysia untuk memastikan tidak ada gangguan yang lebih luas terhadap aktivitas perdagangan produk Indonesia. Komunikasi melalui perwakilan diplomatik menjadi langkah yang ditempuh untuk merespons isu tersebut.

Isu mengenai seruan boikot produk Indonesia sebelumnya mencuat di tengah dinamika hubungan masyarakat kedua negara. Seruan tersebut kemudian mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi produk Indonesia yang dipasarkan di Malaysia. Namun, pemerintah Indonesia menilai situasi tersebut tidak berlangsung dalam skala yang dapat disebut sebagai boikot secara luas. Budi menyebut fenomena tersebut hanya terjadi dalam waktu singkat dan tidak sampai memengaruhi hubungan bilateral kedua negara.

Indonesia dan Malaysia sendiri memiliki hubungan perdagangan yang cukup erat. Produk dari kedua negara beredar di pasar masing-masing dan aktivitas perdagangan lintas batas menjadi bagian dari hubungan ekonomi kedua negara. Dengan adanya komunikasi melalui KBRI, pemerintah berharap persoalan terkait seruan boikot tersebut dapat ditangani melalui jalur komunikasi yang tepat. Pemerintah juga memastikan hubungan Indonesia dan Malaysia tetap berjalan seperti biasa.

Budi menegaskan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat perkembangan lebih lanjut. Pemerintah juga memastikan isu tersebut tidak menjadi hambatan dalam hubungan bilateral maupun kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Malaysia.