Memuat berita

Nasional

Megawati Tabur Bunga di Makam Guruh, Perpisahan Haru Sang Kakak untuk Adiknya

Fazlur Rahman · 26 September 2026 · 20:57 WIB · 5 dibaca
Megawati Tabur Bunga di Makam Guruh, Perpisahan Haru Sang Kakak untuk Adiknya

Foto: Kompas

Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hadir langsung mengantarkan sang adik, Guruh Soekarnoputra, ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Megawati tiba di lokasi pemakaman setelah melakukan perjalanan dari Manado untuk memberikan penghormatan terakhir kepada adiknya. Kehadirannya menjadi bagian dari prosesi pemakaman Guruh yang meninggal dunia pada Sabtu dini hari di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Jenazah Guruh tiba di TPU Karet Bivak sekitar pukul 12.35 WIB. Peti jenazah tampak dibalut bendera Merah Putih sebelum kemudian dibawa menuju liang lahat oleh anggota Satgas Cakra Birawa. Guruh dimakamkan di kawasan yang berdekatan dengan pusara ibundanya, Fatmawati.

Di tengah prosesi pemakaman, Megawati terlihat berada di sisi makam sang adik. Ia menyaksikan secara langsung ketika liang lahat ditutup hingga seluruh rangkaian pemakaman selesai.

Setelah liang lahat tertutup dan nisan terpasang, Megawati kemudian menaburkan bunga di atas pusara Guruh. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling mengharukan dalam prosesi penghormatan terakhir keluarga kepada seniman sekaligus budayawan tersebut. Tabur bunga kemudian dilanjutkan oleh Puan Maharani dan sejumlah kerabat lainnya.

Suasana duka juga tampak dari kehadiran sejumlah tokoh nasional yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, serta sejumlah tokoh lainnya.

Dalam prosesi tersebut, Rano Karno dipercaya mewakili keluarga untuk menyampaikan sambutan perpisahan. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelayat yang hadir mengantarkan Guruh hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Rano juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama hidupnya Guruh pernah melakukan kesalahan, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Permohonan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penghormatan keluarga sekaligus harapan agar masyarakat dapat mengikhlaskan kepergian Guruh.

"Terima kasih karena telah datang bukan sekadar untuk menyaksikan sebuah perpisahan, tetapi untuk mengantarkan seorang saudara, seorang sahabat, seorang seniman, seorang anak bangsa, sampai ke ujung perjalanan hidupnya," ujar Rano dalam sambutannya.

Rano mengenang Guruh bukan hanya sebagai bagian dari keluarga besar Bung Karno, tetapi juga sebagai sosok yang sepanjang hidupnya mencurahkan perhatian pada seni dan kebudayaan Indonesia. Menurutnya, Guruh mengekspresikan kecintaannya terhadap Tanah Air melalui karya-karya seni, termasuk lagu dan tarian.

Guruh dikenal sebagai seniman yang berupaya membawa unsur kebudayaan Indonesia ke dalam berbagai karya kreatifnya. Jejak tersebut membuat kepergiannya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh kalangan seniman, budayawan, sahabat, serta masyarakat yang selama ini mengenal karya-karyanya.

Dalam sambutan perpisahan itu, Rano menggambarkan Guruh sebagai sosok yang memiliki cara tersendiri dalam menunjukkan kecintaannya kepada Indonesia. Seni menjadi medium yang digunakan Guruh untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi berikutnya.

"Mas Guruh adalah seseorang yang tak pernah letih mencintai Indonesia," kata Rano dalam sambutannya.

Kepergian Guruh meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Soekarno. Terlebih bagi Megawati, Guruh merupakan adik kandung yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar Bung Karno.

Sebelum jenazah diberangkatkan menuju pemakaman, keluarga dan para pelayat terlebih dahulu mengikuti rangkaian penghormatan terakhir di rumah duka di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Keberangkatan jenazah sempat menunggu kedatangan Megawati yang melakukan perjalanan dari Manado.

Kini, Guruh Soekarnoputra telah dimakamkan di TPU Karet Bivak. Tempat tersebut menjadi lokasi peristirahatan terakhir yang juga memiliki kedekatan emosional dengan keluarga karena pusara Guruh berada di dekat makam sang ibu, Fatmawati.

Bagi keluarga, prosesi pemakaman tersebut menjadi penutup perjalanan Guruh di dunia. Namun bagi dunia seni dan kebudayaan Indonesia, karya serta jejak kreativitas Guruh akan tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang kebudayaan nasional.

Perpisahan Megawati dengan sang adik melalui tabur bunga di atas pusara Guruh pun menjadi momen terakhir seorang kakak mengantarkan adiknya menuju tempat peristirahatan terakhir, setelah puluhan tahun keduanya menjalani perjalanan sebagai bagian dari keluarga besar Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.