Memuat berita

Nasional

Linmas dan BPD Lampung Didukung Perkuat Peran di Tengah Masyarakat

Devi Sry Atmaja · 26 September 2026 · 14:52 WIB · 2 dibaca
Linmas dan BPD Lampung Didukung Perkuat Peran di Tengah Masyarakat

Foto: Detiksumbagsel/Tommy Saputra

Kegiatan Kemah Bhakti Satya Linmas di Bandar Lampung pada Kamis, 24 September 2026, menjadi momentum penting bagi penguatan peran perlindungan masyarakat dan pengawasan desa di Provinsi Lampung. Dalam kesempatan itu, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI Prof Reda Manthovani mengingatkan agar pengurus Aslinmas dan Abpednas yang baru dikukuhkan tidak berhenti pada formalitas organisasi. Mereka diminta hadir lebih dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi warga sehari-hari.

Reda yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas DPP Abpednas menekankan bahwa status sebagai pengurus DPC membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih luas. Koordinasi di tingkat lingkungan menjadi kunci agar berbagai masalah dapat ditangani secara bersama. Ia melanjutkan sebagai pengurus DPC diharuskan untuk solid dan bertanggung jawab di lingkungannya masing-masing. Perhatian khusus diberikan kepada peran Abpednas dalam menjaga integritas tata kelola di desa. Organisasi yang menaungi Badan Permusyawaratan Desa itu diharapkan turut mengawasi aliran keuangan dan pelaksanaan program pembangunan agar tepat sasaran. 

“Abpednas juga sama. Jadi mereka ini supaya solid untuk bisa menjaga tata kelola keuangan desa dan program-program yang ada di desa,” lanjut Reda.

Salah satu agenda yang segera didorong adalah pengelolaan sampah di tingkat komunitas. Sarana berupa kendaraan sudah disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut. Reda berharap program ini tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi melibatkan partisipasi aktif organisasi dan warga di masing-masing lingkungan.

“Jangka pendek itu yang tadi kan sudah disiapkan mobil, salah satunya untuk tata kelola sampah,” pungkasnya.

Sekretaris Jenderal Abpednas Aditya Yusma menambahkan dimensi semangat pengabdian dalam pesan kepada anggota Linmas. Ia mengingatkan bahwa Linmas memiliki posisi strategis karena langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat. “Yang pertama Linmas harus tetap berjiwa patriot. Makanya Aslinmas itu Patriot Pelindung Masyarakat,” ujar Aditya.

Isu kesejahteraan anggota Satlinmas juga menjadi perhatian. Aditya menyoroti ketimpangan insentif yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk adanya anggota yang belum menerima sama sekali. Ia berharap kehadiran pengurus pusat dapat mendorong pemerintah daerah lebih peduli.

“Harapan kami hadir ke provinsi, kota, kabupaten itu agar pemerintah kota, kabupaten, provinsi sadar dan peduli memperhatikan nasib para Satlinmas ini, pejuang, patriot pelindung masyarakat,” tuturnya.

Dua arah gerakan utama yang ingin diperkuat ke depan adalah kepedulian lingkungan dan pembangunan dari desa. Gerakan pemilahan sampah diarahkan untuk mendukung program Indonesia Asri, sementara penguatan desa menjadi bagian dari upaya pemerataan ekonomi.

“Tujuannya cuma dua. Yang pertama, gerakan pemilahan sampah oleh masyarakat mendukung program Presiden Indonesia Asri. Yang kedua, Asta Cita nomor 6 Presiden Prabowo mengenai bagaimana membangun dari bawah, dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” tandas Aditya.

Pengukuhan DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung dan DPC Abpednas Kota Bandar Lampung dalam kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi peran yang lebih aktif. Linmas dan BPD diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan warga di tingkat paling bawah. Soliditas, pengawasan keuangan desa, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi tiga pilar yang terus digaungkan. Dengan semangat patriotisme dan tanggung jawab lingkungan yang diperkuat, jajaran Linmas dan Abpednas di Lampung diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran mereka di tengah warga tidak hanya sebagai pelindung ketertiban, tetapi juga sebagai pengawal tata kelola yang bersih dan pembangunan yang merata. Momentum ini menjadi peluang untuk menumbuhkan partisipasi kolektif demi desa yang lebih maju dan berkelanjutan.