Memuat berita

Nasional

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules Rosario Marshall terkait Dugaan Suap HGB

Devi Sry Atmaja · 19 Oktober 2026 · 11:30 WIB · 2 dibaca
KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules Rosario Marshall terkait Dugaan Suap HGB

Foto: Istock

Komisi Pemberantasan Korupsi menyita barang bukti uang tunai dalam jumlah signifikan. Nilai yang diamankan mencapai Rp800 juta. Uang tersebut berasal dari Ketua Umum Grib Jaya Hercules Rosario Marshall atau HRM. Penyitaan dilakukan pada Kamis (15/10/2026). Proses penyerahan uang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Penyidik KPK menerima langsung barang bukti tersebut. Penyerahan dilakukan melalui kuasa hukum Hercules yang berinisial NMB. Prosedur formal dijalankan sesuai ketentuan penyidikan.

Langkah penyitaan ini merupakan tindak lanjut dari penyidikan yang sedang berjalan. Perkara yang ditangani terkait dugaan korupsi berupa suap. Objek kasus adalah pembukaan blokir dan pengurusan Hak Guna Bangunan. Lokus perkara berada di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional. Dengan disitanya Rp800 juta, KPK semakin memperkuat alat bukti dalam perkara tersebut. Uang tunai menjadi salah satu instrumen penting dalam pembuktian aliran dana. Hercules Rosario Marshall sebagai Ketua Umum Grib Jaya terkait dalam proses penyidikan. Pemeriksaan terhadap berbagai pihak masih berlanjut.

Kuasa hukum berinisial NMB menjadi perantara dalam penyerahan uang. Kehadirannya di Gedung Merah Putih memfasilitasi proses formal. Penyidik menerima barang bukti sesuai protokol yang berlaku. Dokumentasi dan pengamanan uang tunai dilakukan secara ketat. Dugaan suap dalam pembukaan blokir HGB menjadi inti perkara. Proses pengurusan hak atas tanah di ATR/BPN diduga diwarnai praktik koruptif. KPK menelusuri keterlibatan berbagai pihak dalam rangkaian tersebut. Penyitaan uang dari Hercules menjadi salah satu perkembangan penting.

Gedung Merah Putih kembali menjadi lokasi transaksi barang bukti. Penyerahan Rp800 juta melalui kuasa hukum menunjukkan proses yang kooperatif di satu sisi. Namun, status hukum Hercules dan pihak terkait masih dalam pendalaman. Penyidikan terus digelar untuk mengungkap keseluruhan fakta. Kementerian ATR/BPN sebagai locus perkara menjadi perhatian dalam kasus ini. Pembukaan blokir dan pengurusan HGB merupakan layanan yang rawan penyimpangan. Dugaan suap dalam proses tersebut ditindaklanjuti secara serius oleh KPK. Barang bukti uang tunai memperkuat dugaan adanya transaksi ilegal.

Hercules Rosario Marshall atau HRM sebagai Ketua Umum Grib Jaya kini terkait dengan penyitaan barang bukti. Uang Rp800 juta yang diserahkan melalui kuasanya menjadi bagian dari berkas perkara. Penyidik akan mendalami asal-usul dan tujuan dana tersebut. Keterangan lebih lanjut masih digali. Dengan menindaklanjuti penyidikan dugaan suap HGB, KPK menunjukkan konsistensi penanganan kasus di sektor pertanahan. Sektor ini memang kerap menjadi objek operasi tangkap tangan maupun penyidikan reguler. Penyitaan uang tunai menjadi langkah konkret pengamanan aset. Proses hukum berjalan sesuai tahapan.

Penyerahan melalui kuasa hukum berinisial NMB di Gedung Merah Putih berlangsung tertib. Tidak ada gejolak dalam proses formal tersebut. Penyidik KPK langsung mengamankan uang sebagai barang bukti. Langkah berikutnya adalah analisis dan pencocokan dengan fakta lain dalam perkara. Dugaan korupsi suap pembukaan blokir dan pengurusan HGB melibatkan potensi kerugian negara maupun distorsi layanan publik. KPK berupaya mengungkap seluruh jaringan yang terlibat. Hercules Rosario Marshall menjadi salah satu nama yang terkait melalui penyitaan ini. Pengembangan perkara masih terbuka.

Nilai Rp800 juta yang disita merupakan jumlah yang signifikan sebagai barang bukti. Uang tunai tersebut akan dicatat, diamankan, dan digunakan dalam pembuktian di persidangan kelak. Kuasa hukum NMB menjalankan peran sebagai perantara penyerahan. Seluruh proses terdokumentasi dengan baik. KPK melalui penyitaan ini menegaskan bahwa setiap aliran dana yang diduga terkait korupsi akan diamankan. Perkara di lingkungan ATR/BPN terkait HGB menjadi fokus penyidikan. Hercules sebagai Ketua Umum Grib Jaya harus menghadapi proses hukum yang berjalan. Transparansi penanganan kasus tetap dijaga.