Memuat berita

Nasional

Kepala Rutan Depok Benarkan Ada Pesta Narkoba di Dalam Sel

Devi Sry Atmaja · 05 Oktober 2026 · 19:41 WIB · 2 dibaca
Kepala Rutan Depok Benarkan Ada Pesta Narkoba di Dalam Sel

Foto: Detik.com/Devi

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan adanya pesta narkoba di dalam salah satu sel tahanan. Kasus tersebut terungkap setelah video yang merekam aktivitas pesta narkoba beredar luas. Pengakuan resmi ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap rekaman tersebut. Pihak rutan segera mengambil langkah penanganan. Menurut Galih, pihaknya sedang mendalami kejadian yang terekam dalam video. Investigasi internal dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap. Seluruh fakta di lapangan terus digali agar tidak ada yang terlewat. Proses pendalaman menjadi prioritas utama saat ini. Galih menegaskan bahwa anggota yang diduga terlibat telah dilaporkan ke polisi. Langkah hukum diambil untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan. Tidak ada toleransi bagi petugas yang terbukti melanggar. Penegakan disiplin di lingkungan rutan semakin diperketat.

Dalam keterangannya, Galih mengungkapkan adanya dua petugas yang diduga memfasilitasi pelanggaran tersebut. Kedua petugas berasal dari bagian pengamanan dan bagian bimbingan kerja. Mereka diduga memberikan kesempatan atau kemudahan bagi terjadinya pesta narkoba di dalam sel. Pemeriksaan terhadap keduanya terus berlangsung. Video yang beredar menjadi bukti awal yang memicu pengusutan. Rekaman tersebut memperlihatkan dugaan aktivitas terlarang di dalam sel tahanan. Publik menuntut penjelasan dan penindakan tegas. Pihak rutan merespons dengan membuka fakta yang ada.

Ario Galih Maduseno sebagai kepala rutan mengambil sikap terbuka terhadap kasus ini. Ia tidak menutup-nutupi adanya pelanggaran yang terjadi. Pembenaran resmi disampaikan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat. Transparansi menjadi pilihan yang diambil. Proses pendalaman kasus dilakukan secara internal sekaligus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Laporan terhadap anggota yang diduga terlibat sudah diserahkan. Penyidikan lebih lanjut berada di tangan aparat penegak hukum. Pihak rutan siap memberikan data dan keterangan yang dibutuhkan.

Dua petugas dari bagian pengamanan dan bimbingan kerja menjadi fokus pemeriksaan. Keduanya diduga berperan dalam memfasilitasi pesta narkoba di dalam sel. Jika terbukti, mereka akan menghadapi sanksi disiplin dan proses hukum. Tidak ada ruang bagi pelanggaran serupa di masa depan. Kejadian di Rutan Kelas I Depok menjadi alarm bagi sistem pengamanan lembaga pemasyarakatan. Adanya pesta narkoba di dalam sel menunjukkan celah yang harus segera ditutup. Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan menjadi langkah berikutnya. Kewaspadaan ditingkatkan di seluruh area rutan.

Galih memastikan bahwa kasus ini tidak akan diabaikan. Pihaknya berkomitmen untuk membersihkan institusi dari praktik-praktik menyimpang. Laporan ke polisi menjadi bukti keseriusan dalam penanganan. Hasil pendalaman akan menentukan langkah selanjutnya. Peredaran video di media sosial mempercepat proses pengungkapan. Tanpa rekaman tersebut, aktivitas di dalam sel mungkin tidak terdeteksi. Masyarakat berperan dalam memberikan informasi awal. Pihak rutan menghargai masukan publik yang konstruktif. Dengan dibenarkannya keberadaan pesta narkoba, fokus kini beralih pada penindakan. Dua petugas yang diduga memfasilitasi sudah dilaporkan. Proses hukum dan disiplin berjalan beriringan. Rutan Depok ingin segera memulihkan kepercayaan publik.

Ario Galih Maduseno menekankan pentingnya menjaga integritas lembaga. Pelanggaran yang melibatkan petugas menjadi cacat yang harus segera diperbaiki. Pendalaman kasus dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada yang tertutupi. Hasil akhirnya diharapkan memberikan efek jera. Kasus pesta narkoba di dalam sel Rutan Depok menjadi perhatian nasional. Pengakuan kepala rutan sekaligus laporan ke polisi menunjukkan sikap tanggung jawab. Dua petugas dari pengamanan dan bimbingan kerja menjadi tersangka internal. Proses masih berlangsung.