Palembang – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, dalam beberapa hari terakhir. Fenomena tersebut mengurangi jarak pandang dan berdampak pada kualitas udara yang kini berada pada level tidak sehat, seiring meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Pantauan pada Rabu (5/8) menunjukkan kawasan ikonik Jembatan Ampera tampak tertutup kabut asap pekat. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit Himawari-9 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran asap terdeteksi meliputi sejumlah wilayah di Indonesia, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sebaran asap tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama musim kemarau. Sementara itu, data pemantau kualitas udara IQAir menunjukkan indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) di Palembang mencapai 158, yang masuk dalam kategori tidak sehat. Pada tingkat tersebut, masyarakat berisiko mengalami gangguan kesehatan apabila terpapar udara dalam waktu lama, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit asma, gangguan paru-paru, maupun penyakit jantung.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat. Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela rumah guna mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan serta menggunakan masker, terutama masker dengan kemampuan menyaring partikel halus, saat harus beraktivitas di luar. Kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi apabila jarak pandang terus menurun. Oleh karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi resmi mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara agar dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.
Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan serta pemantauan terhadap perkembangan sebaran asap. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperparah kondisi karhutla dan memperluas dampak kabut asap di berbagai wilayah.