Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya mengungkap isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu ternyata tidak hanya membahas isu ringan, tetapi juga menyentuh persoalan ekonomi dan politik.
Jokowi mengatakan dirinya datang ke Kertanegara setelah mendapat undangan langsung dari Prabowo. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Ajudan Jokowi, AKBP Syarif, sebelumnya telah membenarkan bahwa Prabowo yang mengundang mantan presiden tersebut untuk datang ke kediamannya.
Saat ditemui di kediamannya di Solo, Kamis (8/10/2026), Jokowi mengatakan pembahasan mengenai sepak bola menjadi salah satu bagian yang cukup banyak diperbincangkan. Keduanya membicarakan kemenangan tim Indonesia yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
"Membahas kemenangan bola. Ya benar, cerita yang banyak mengenai bola kok. Kan senang kita menang," ujar Jokowi.
Selain sepak bola, Jokowi mengakui dirinya dan Prabowo juga berbicara mengenai ekonomi serta politik. Namun, ia tidak memerinci lebih jauh substansi pembicaraan kedua topik tersebut. Pernyataan itu sekaligus memberikan gambaran bahwa pertemuan dua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana yang membicarakan beragam persoalan, meski sebagian besar isi percakapannya tidak dibuka kepada publik.
Pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut menjadi perhatian karena berlangsung pada saat Mahkamah Konstitusi tengah menangani perkara yang berkaitan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Momentum tersebut kemudian memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan isu Gibran ikut dibahas dalam pertemuan keduanya.
Namun, Jokowi secara tegas membantah bahwa putusan Mahkamah Konstitusi menjadi bagian dari pembicaraan dengan Prabowo. Ia menilai persoalan tersebut berada dalam ranah yudikatif, sementara pertemuannya dengan Prabowo merupakan komunikasi antartokoh yang berada dalam konteks pemerintahan.
"Ini kan wilayah yudikatif. Yang ini kan wilayah eksekutif. Jadi dibedakan. Enggak, enggak ada bicara seperti itu," kata Jokowi ketika ditanya mengenai pembahasan putusan MK.
Penegasan tersebut penting karena pertemuan Jokowi-Prabowo berlangsung pada 6 Oktober, bertepatan dengan momentum putusan MK yang berkaitan dengan perkara yang menyeret nama Gibran. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pembicaraan khusus mengenai posisi politik Gibran maupun perkembangan perkara tersebut.
Selain isu putusan MK, Jokowi juga ditanya mengenai peluang Gibran untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2029. Alih-alih memberikan sinyal mengenai arah politik putranya, Jokowi justru meminta agar pembahasan mengenai kontestasi tersebut tidak dilakukan terlalu dini.
Menurut Jokowi, waktu menuju Pilpres 2029 masih panjang. Ia meminta semua pihak terlebih dahulu fokus bekerja dan memberikan manfaat kepada masyarakat, baik mereka yang berada di pemerintahan maupun yang menjalankan aktivitas politik.
"Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu. Entah kerja politik, entah kerja di pemerintahan. Semuanya kerja untuk rakyatlah, semuanya," ujar Jokowi.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban Jokowi atas spekulasi mengenai masa depan politik Gibran. Untuk saat ini, ia tidak secara terbuka memberikan dukungan maupun penolakan terhadap kemungkinan putranya kembali maju dalam kontestasi nasional.
Pertemuan di Kertanegara juga memperlihatkan bahwa komunikasi antara Jokowi dan Prabowo tetap berlangsung. Meski Jokowi telah tidak lagi menjabat sebagai presiden, keduanya masih memiliki hubungan politik dan pemerintahan yang menjadi perhatian publik, terutama setelah Prabowo melanjutkan pemerintahan yang sebelumnya dipimpin Jokowi.
Namun, Jokowi memilih tidak membuka secara detail pembahasan ekonomi dan politik yang berlangsung selama sekitar dua jam tersebut. Ia hanya menyebut tiga tema besar yang menjadi bagian dari percakapan, yakni sepak bola, ekonomi, dan politik.
Di tengah berbagai spekulasi mengenai hubungan elite politik dan arah menuju Pemilu 2029, Jokowi tampaknya ingin menempatkan pembahasan politik elektoral pada waktunya. Pesannya sederhana: kontestasi masih jauh, sementara pekerjaan untuk masyarakat harus dilakukan sekarang.
Dengan demikian, pertemuan dua jam di Kertanegara yang sempat menyisakan tanda tanya akhirnya mendapat sedikit titik terang. Jokowi memastikan sepak bola menjadi salah satu topik pembicaraan, sementara ekonomi dan politik turut dibahas. Namun, mengenai isu Gibran dan perkara MK, Jokowi menegaskan tidak ada pembahasan mengenai putusan tersebut dan meminta semua pihak terlebih dahulu bekerja untuk rakyat.