Memuat berita

Berita International

Houthi Dituding Serang Rumah Sakit di Yaman, Lima Orang Tewas dalam 24 Jam

Fazlur Rahman · 19 Oktober 2026 · 11:40 WIB · 2 dibaca
Houthi Dituding Serang Rumah Sakit di Yaman, Lima Orang Tewas dalam 24 Jam

Foto: Kompas.id

Situasi keamanan di Yaman kembali memburuk setelah milisi Houthi dituduh melancarkan serangan yang berdampak pada fasilitas kesehatan di Kota Taiz, Senin (12/10/2026). Pemerintah Yaman melaporkan serangan tersebut menyebabkan satu orang terluka dan merusak fasilitas medis. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi.

Kantor berita pemerintah Yaman, Saba News Agency, sebagaimana dikutip Middle East Eye (MEE), melaporkan adanya serangan yang menyasar kawasan rumah sakit di Taiz. Laporan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil, terutama pasien dan tenaga kesehatan yang berada di wilayah konflik.

Pada saat bersamaan, Yemeni Network for Rights and Freedoms, organisasi yang memantau pelanggaran hak asasi manusia di Yaman, melaporkan sedikitnya lima orang tewas dalam berbagai serangan yang mereka atribusikan kepada pasukan Houthi selama 24 jam terakhir. Organisasi tersebut juga menyebut puluhan orang mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan di wilayah Taiz.

Laporan lain yang diterbitkan Saba News Agency pada Selasa (13/10/2026) menyebut penembakan di kawasan permukiman Taiz menyebabkan sejumlah warga sipil terluka dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Sementara itu, Taiz Human Rights Center menuduh sebuah proyektil jatuh di sekitar Rumah Sakit Al-Safwa, fasilitas kesehatan swasta di pusat kota, sehingga menyebabkan kerusakan material pada ruang pasien dan menimbulkan kepanikan di kalangan pasien serta tenaga medis.

Meski demikian, laporan mengenai korban dan kerusakan tersebut masih bersumber dari pemerintah Yaman serta organisasi pemantau HAM. Rincian kejadian dan seluruh klaim mengenai pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan secara independen.

Serangan yang dilaporkan terjadi di sekitar fasilitas kesehatan menjadi perhatian karena rumah sakit merupakan tempat perlindungan dan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. Kerusakan pada fasilitas kesehatan dapat menghambat penanganan korban konflik, terutama ketika kebutuhan obat-obatan, peralatan medis, dan layanan darurat semakin meningkat.

Kekhawatiran itu semakin besar karena kondisi pelayanan kesehatan di Taiz dilaporkan berada di bawah tekanan berat. Pemerintah Yaman sebelumnya memperingatkan bahwa persediaan obat-obatan, cairan infus, perlengkapan medis, dan bahan bakar di sejumlah fasilitas kesehatan semakin menipis. Jika pasokan tidak segera dipulihkan, layanan gawat darurat, operasi, perawatan intensif, dialisis, hingga pelayanan bayi baru lahir berisiko terganggu. 

Krisis tersebut berkaitan erat dengan pertempuran yang kembali meningkat di wilayah Taiz. Kota yang berada di barat daya Yaman itu menjadi salah satu medan pertempuran penting antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah yang diakui secara internasional. Kedua pihak terus berupaya memperkuat posisi mereka di tengah perubahan situasi militer dan akses menuju wilayah-wilayah yang terdampak konflik.

Kelompok Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah, menguasai ibu kota Sanaa sejak 2014 dan mengendalikan sebagian besar wilayah utara Yaman. Pada Maret 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Konflik berkepanjangan sejak saat itu telah menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan warga sipil dan infrastruktur negara. 

Dalam perkembangan terbaru, pasukan pemerintah Yaman dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap posisi kelompok Houthi di Provinsi Taiz pada Selasa (13/10/2026). Menurut militer Yaman, sembilan serangan dilakukan di wilayah Al-Dhabab dan Al-Misrakh. Bentrokan juga masih berlangsung di sejumlah garis depan pertempuran di selatan Taiz. 

Meningkatnya pertempuran menambah risiko bagi penduduk yang tinggal di kawasan padat penduduk. Selain ancaman langsung dari serangan, warga juga menghadapi gangguan distribusi kebutuhan pokok, terbatasnya akses menuju layanan kesehatan, serta potensi perpindahan penduduk akibat memburuknya situasi keamanan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA melaporkan bahwa sekitar 216.000 orang telah mengungsi di Yaman sejak Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, lebih dari 172.000 orang berasal dari Provinsi Taiz. PBB bersama mitra kemanusiaan telah menyalurkan bantuan darurat kepada sekitar 143.000 orang, termasuk bantuan pangan, perlengkapan kebersihan, dan dukungan tunai. <Cite refs={["turn177975view1"]}/>

Di tengah kondisi tersebut, perlindungan warga sipil dan keberlangsungan layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak. Rumah sakit, pasien, tenaga medis, serta jalur pengiriman obat-obatan dan bantuan kemanusiaan perlu mendapat perlindungan sesuai hukum humaniter internasional.

Laporan mengenai serangan di sekitar rumah sakit Taiz kembali menyoroti dampak konflik bersenjata terhadap masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam pertempuran. Ketika fasilitas kesehatan ikut terdampak, warga yang terluka maupun pasien dengan penyakit lain berisiko kehilangan akses terhadap perawatan yang mereka butuhkan.

Hingga kini, situasi di Taiz masih diwarnai ketegangan dan bentrokan antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman. Sementara laporan korban terus bermunculan, verifikasi independen terhadap setiap insiden tetap diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, jumlah korban, dan pihak yang bertanggung jawab. Upaya perlindungan warga sipil serta pemulihan akses kemanusiaan menjadi semakin penting agar konflik tidak memperburuk krisis kesehatan dan kemanusiaan di Yaman.