Memuat berita

Nasional

Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031, Gus Falah Sampaikan Ucapan Selamat

Fazlur Rahman · 01 September 2026 · 22:25 WIB · 2 dibaca
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031, Gus Falah Sampaikan Ucapan Selamat

Foto: Blok Bojonegoro

KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Penetapan tersebut menjadi salah satu keputusan utama dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Terpilihnya Gus Kikin menandai terbentuknya kepemimpinan baru PBNU untuk lima tahun mendatang. Ia akan memimpin jajaran tanfidziyah PBNU bersama Rais Aam KH Miftachul Akhyar yang sebelumnya telah resmi kembali terpilih untuk masa khidmah 2026–2031.

Penetapan Gus Kikin menjadi perhatian dalam Muktamar ke-35 NU karena posisi Ketua Umum PBNU memiliki peran penting dalam menjalankan roda organisasi dan menerjemahkan berbagai keputusan muktamar ke dalam program kerja selama lima tahun ke depan.

Setelah kepemimpinan baru terbentuk, PBNU menghadapi tantangan untuk menjaga soliditas internal sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Organisasi tersebut memiliki jaringan kepengurusan yang luas hingga ke berbagai daerah dan menjalankan aktivitas di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat.

Ucapan selamat kepada Gus Kikin kemudian disampaikan Anggota DPR RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah. Ia menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU sekaligus memberikan ucapan selamat kepada KH Miftachul Akhyar yang kembali dipercaya menjadi Rais Aam.

Gus Falah berharap kepemimpinan baru PBNU dapat membawa NU semakin maju dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya. Ia juga berharap kepemimpinan Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar mampu menjaga organisasi tetap solid di tengah berbagai dinamika yang dihadapi.

Menurut Gus Falah, NU memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat sehingga kepemimpinan baru diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi secara internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat luas.

Harapan tersebut mencakup kemampuan NU untuk terus hadir dalam berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan. Dengan jaringan organisasi yang luas, NU memiliki modal besar untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjalankan berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan, sosial, ekonomi, dan keagamaan.

Terpilihnya Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar juga menjadi awal bagi kepengurusan PBNU periode 2026–2031 untuk menyusun agenda organisasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Muktamar ke-35 dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret dan dirasakan manfaatnya oleh warga NU maupun masyarakat secara luas.

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, NU juga dituntut mampu mempertahankan karakter dan tradisi organisasi sembari merespons kebutuhan masyarakat. Kepemimpinan baru memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan tersebut sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.

Gus Falah menilai kepemimpinan baru diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan soliditas NU. Dukungan dari seluruh elemen organisasi diperlukan agar PBNU dapat menjalankan agenda lima tahun ke depan secara efektif.

Dengan resmi terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam, struktur kepemimpinan tertinggi PBNU periode 2026–2031 kini mulai terbentuk. Keduanya akan menjadi figur sentral dalam menentukan arah perjalanan NU selama lima tahun mendatang.

Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, pun mencatat babak baru dalam perjalanan organisasi. Harapan agar NU semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat kini menjadi salah satu tantangan utama yang harus dijawab kepemimpinan Gus Kikin bersama jajaran PBNU periode 2026–2031.