Memuat berita

Nasional

Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Letusan Terkuat Capai 600 Meter di Atas Puncak

Devi Sry Atmaja · 07 September 2026 · 18:25 WIB · 2 dibaca
Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Letusan Terkuat Capai 600 Meter di Atas Puncak

Foto: Dok. PVMBG

NTT - Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami serangkaian erupsi dalam 48 jam terakhir. Aktivitas vulkanik gunung tersebut kembali meningkat dengan beberapa kali letusan yang menghasilkan kolom abu hingga ratusan meter di atas puncak. Letusan terkuat tercatat pada Minggu (6/9/2026) pagi. Erupsi terjadi pada pukul 06.41 WITA dengan kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak gunung atau setara dengan 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu yang dihasilkan dari letusan tersebut berwarna kelabu tebal. Arah sebarannya condong ke tenggara mengikuti kondisi angin di sekitar gunung. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam oleh seismograf. Amplitudo maksimum tercatat mencapai 40 milimeter dengan durasi letusan selama 82 detik. Erupsi pada pukul 06.41 WITA tersebut menjadi letusan terkuat dalam rangkaian aktivitas Gunung Ili Lewotolok yang terjadi dalam 48 jam terakhir. Kondisi ini menunjukkan gunung masih mengalami aktivitas vulkanik yang perlu dipantau secara ketat.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Gunung Ili Lewotolok juga mengalami erupsi pada pukul 06.11 WITA. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu yang teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak. Pada erupsi tersebut, kolom abu juga terlihat berwarna kelabu tebal. Namun, arah pergerakannya berbeda, yakni condong ke arah barat. Letusan tersebut terekam berlangsung selama 40 detik.

Dua kali erupsi yang terjadi dalam rentang waktu hanya sekitar 30 menit memperlihatkan adanya aktivitas vulkanik yang berlangsung secara beruntun di Gunung Ili Lewotolok. Masyarakat di sekitar kawasan gunung perlu memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik dan informasi resmi dari otoritas terkait. Perbedaan arah pergerakan kolom abu dalam dua erupsi tersebut menunjukkan bahwa sebaran material vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi angin. Abu vulkanik yang terbawa angin berpotensi menyebar ke wilayah yang berbeda sehingga masyarakat perlu terus memantau informasi mengenai arah sebaran abu.

Rangkaian erupsi Gunung Ili Lewotolok dalam dua hari terakhir menjadi perhatian karena aktivitas letusan masih berlangsung. Pemantauan terhadap aktivitas kegempaan, tinggi kolom abu, serta arah penyebaran material vulkanik terus diperlukan untuk mengantisipasi potensi bahaya.