Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Kamis (8/10/2026) petang. Erupsi terjadi pada pukul 18.28 WIB dan hingga saat ini aktivitas erupsi masih berlangsung. Informasi mengenai aktivitas vulkanik tersebut disampaikan berdasarkan laporan pemantauan Gunung Anak Krakatau. Saat erupsi terjadi, tinggi kolom erupsi belum dapat teramati.
Meski ketinggian kolom erupsi belum diketahui, aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau masih berlangsung sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar gunung api tersebut. Masyarakat maupun wisatawan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau diimbau untuk tidak mendekati gunung api tersebut. Aktivitas masyarakat juga dilarang dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya yang dapat muncul selama aktivitas erupsi berlangsung. Masyarakat diminta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan dan tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah aktif. Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di Selat Sunda. Aktivitas vulkaniknya terus dipantau oleh petugas untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung api dan potensi ancaman yang dapat ditimbulkan.
Dengan erupsi yang masih berlangsung, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. Informasi mengenai tinggi kolom erupsi juga masih menunggu hasil pengamatan lebih lanjut dari petugas pemantauan gunung api. Masyarakat diimbau tidak mendekati lokasi erupsi hanya untuk melihat atau mengabadikan aktivitas letusan. Kepatuhan terhadap radius aman menjadi penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik secara tiba-tiba.
Hingga Kamis malam, erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan tinggi kolom erupsi belum teramati. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan.