Memuat berita

Berita International

Gelombang Panas Ekstrem 42 Derajat Celsius Picu Kebakaran Hutan Dahsyat di Eropa, Ratusan Ribu Hektare Hangus

Rizqi Akbar Sadly · 07 Agustus 2026 · 15:26 WIB · 3 dibaca
Gelombang Panas Ekstrem 42 Derajat Celsius Picu Kebakaran Hutan Dahsyat di Eropa, Ratusan Ribu Hektare Hangus

Foto: DetikNews

Benua Eropa kembali dilanda musim kebakaran hutan yang menghancurkan sepanjang musim panas 2026, dipicu oleh gelombang panas ekstrem yang mendorong suhu udara menembus 42 derajat Celsius di sejumlah wilayah. Kondisi cuaca yang kering dan panas berkepanjangan ini mengubah kawasan Mediterania menjadi bak lautan bara, dengan dampak paling parah dirasakan oleh tiga negara: Spanyol, Prancis, dan Yunani.

Di Prancis, luas lahan yang terbakar sepanjang tahun ini telah menembus sekitar 115.000 hektare, angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan negara tersebut. Kebakaran di kawasan Gironde saja telah melahap sekitar 42.000 hektare lahan, menjadikannya salah satu kebakaran terbesar di Prancis sejak Perang Dunia II. Otoritas setempat bahkan terpaksa mengevakuasi lebih dari 220.000 warga di Gironde dan sekitar 30.000 warga di Landes, sementara ribuan personel gabungan pemadam kebakaran, tentara, dan aparat keamanan dalam negeri dikerahkan untuk menjinakkan api.

Kondisi serupa juga melanda Spanyol, di mana lebih dari 150.000 hektare lahan telah hangus terbakar sejak awal tahun—enam kali lipat lebih luas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu kebakaran di kawasan Ávila, sebelah barat Madrid, bahkan tercatat sebagai kebakaran terbesar yang pernah terjadi di negara tersebut, membakar lebih dari 500 kilometer persegi lahan atau setara lima kali luas Kota Barcelona. Pemerintah Spanyol mengerahkan ribuan personel, ratusan kendaraan darat, dan puluhan pesawat pemadam, termasuk bantuan dari pasukan Unit Darurat Militer, untuk menangani gelombang kebakaran yang datang bergelombang di berbagai provinsi.

Sementara itu, Yunani turut menghadapi ancaman serius setelah sejumlah kebakaran baru muncul menjelang akhir Juli, memaksa evakuasi beberapa desa. Bersama Spanyol dan Prancis, ketiga negara ini menjadi episentrum krisis kebakaran hutan terbesar di Eropa tahun ini, dengan otoritas Uni Eropa mengerahkan armada pemadam kebakaran rescEU—terdiri dari puluhan pesawat dan helikopter yang disiagakan di 12 negara—sebagai bentuk mobilisasi pemadaman kebakaran terbesar sepanjang sejarah program tersebut.

Secara keseluruhan, gelombang kebakaran yang melanda Spanyol dan Prancis sejak awal musim panas ini telah memaksa sedikitnya 300 ribu orang mengungsi dari tempat tinggal mereka, dengan korban jiwa mencapai belasan warga sipil dan sejumlah petugas pemadam kebakaran yang gugur dalam tugas. Para ahli iklim menegaskan bahwa kombinasi gelombang panas berulang, kekeringan panjang, serta pengelolaan hutan yang kurang optimal menjadi "badai sempurna" yang membuat musim kebakaran tahun ini menjadi salah satu yang terparah dalam catatan sejarah modern Eropa.

Krisis ini sekali lagi mempertegas peringatan para ilmuwan iklim bahwa perubahan iklim global tidak lagi menjadi ancaman di masa depan, melainkan telah nyata mengubah wajah musim panas di Benua Biru—dengan suhu ekstrem dan kekeringan yang makin sering terjadi, memicu bencana kebakaran hutan yang semakin sulit dikendalikan setiap tahunnya.