Memuat berita

Football

FIFA Batalkan Kartu Merah Folarin Balogun, Belgia dan Norwegia Protes Keras

Devi Sry Atmaja · 07 Juli 2026 · 21:02 WIB · 3 dibaca
FIFA Batalkan Kartu Merah Folarin Balogun, Belgia dan Norwegia Protes Keras

Foto: AP PHOTO/Martin Meissner

Jakarta – Keputusan FIFA yang membatalkan larangan bermain bagi striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, memicu kontroversi besar di Piala Dunia 2026. Meski sempat mendapat kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina, Balogun tetap diizinkan tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia.

Keputusan tersebut langsung menuai kecaman tajam dari sejumlah pihak. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, menyebut langkah FIFA sebagai “kesalahan besar”. Menurutnya, kartu merah yang telah diputus oleh wasit dan dikonfirmasi VAR seharusnya tetap dijatuhkan skorsing satu pertandingan.

“Jika Balogun tampil dan menentukan kemenangan Amerika Serikat, maka kemenangan itu akan selalu diperdebatkan. Ini soal integritas turnamen,” kritik Solbakken.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) tidak tinggal diam. Mereka telah melayangkan protes resmi kepada FIFA. RBFA khawatir keputusan tersebut akan menjadi preseden buruk bagi penerapan aturan dan prinsip fair play di kompetisi sepak bola dunia.

Kontroversi ini bermula saat Folarin Balogun menerima kartu merah dalam pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina. Awalnya, striker keturunan Nigeria itu dipastikan absen di babak gugur. Namun, FIFA kemudian membatalkan sanksi tersebut, sehingga Balogun kembali menjadi andalan Timnas Amerika Serikat melawan Belgia.

Keputusan FIFA ini menimbulkan pertanyaan luas di kalangan pecinta sepak bola mengenai konsistensi penerapan aturan, khususnya terkait penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dan wewenang federasi dunia untuk mengintervensi keputusan wasit.

Hingga saat ini, FIFA belum memberikan penjelasan resmi yang rinci terkait alasan pembatalan kartu merah tersebut. Sementara itu, pertandingan babak 16 besar antara Amerika Serikat melawan Belgia semakin dinantikan, bukan hanya karena faktor olahraga, tetapi juga karena beban kontroversi yang menyertainya.

Kritik dari Norwegia dan Belgia ini menambah daftar panjang polemik yang mewarnai Piala Dunia 2026, yang digelar di Amerika Utara. Banyak yang berharap FIFA segera mengambil sikap tegas untuk menjaga kredibilitas turnamen sepak bola terbesar di dunia.